Pelatih Dewa United Optimis Menatap Laga Kandang Kontra PSIM

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pelatih Dewa United Banten FC Jan Olde Riekerink optimistis menatap laga kandang kontra PSIM Yogyakarta dalam pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026, Jumat (3/4) pukul 19.00 WIB.

Optimisme ini muncul setelah Dewa United meraih hasil positif di laga sebelumnya melawan Persija Jakarta, saat mereka mampu menahan imbang tuan rumah 1-1.

Riekerink menegaskan bahwa momentum tersebut menjadi modal berharga bagi anak asuhnya untuk menjaga konsistensi di papan klasemen, dengan kini mengoleksi 34 poin di posisi kesembilan.

"Kami baru saja memainkan pertandingan yang bagus melawan Persija. Dari situ, kami mengambil hal-hal positif dan akan menghadapi pertandingan ini dengan pengetahuan tersebut. Kami sudah siap," ujar pelatih asal Belanda tersebut pada jumpa pers, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis.

Meski demikian, Riekerink tak ingin membuat anak-anak asuhnya lengah. Ia mengaku tetap mewaspadai penuh kekuatan PSIM asuhan Jean-Paul van Gastel.

Ia menyoroti kedisiplinan taktik PSIM yang dinilainya sangat terorganisir, terutama saat melakoni laga tandang. Adapun tim berjuluk Laskar Mataram itu menjadi tim terbaik kelima dalam laga tandang setelah mereka meraih lima kemenangan dalam 13 laga tandang. Mereka juga mengalahkan timnya pada pertemuan pertama dengan skor 0-2 di Stadion Sultan Agung Bantul.

Meski tidak mengenal sosok Van Gastel secara personal, Riekerink memberikan apresiasi atas performa sang rival yang mampu bertahan dengan baik sepanjang musim ini sebagai tim promosi.

"Mereka memainkan reaction football (sepak bola reaktif) lebih banyak saat tandang daripada kandang. Mereka sangat terorganisir dan mobile. Itu adalah refleksi dari pelatihnya yang melakukan pekerjaan dengan baik," ucap Jan Olde.

Baca juga: Ivar Jenner Ngaku Butuh Banyak Menit Bermain Bersama Dewa United

Dengan menyisakan sembilan pertandingan di musim reguler, Riekerink mematok target tinggi. Ia ingin Dewa United terus merangkak naik dan mengakhiri musim di posisi terbaik. Baginya, hasil imbang atas Persija telah memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi skuadnya.

"Menjaga ritme itu mudah jika Anda baru meraih hasil baik di laga sebelumnya. Jauh lebih sulit jika Anda baru kalah karena ada perasaan buruk yang lama. Sekarang mental tim sedang percaya diri," ungkap dia.

Ia pun mengibaratkan kondisi timnya saat ini sedang berada dalam jalur yang benar berkat hasil imbang di pekan sebelumnya. "Setelah lawan Persija, seolah ada 'cahaya' di tim dan pemain tinggal mengikutinya," tutup dia.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Matangkan Taktik Jelang Lawan Dewa United

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka