Pemerintah Masih Mengkaji Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah saat ini masih melakukan kajian terkait kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak atau BBM nonsubsidi. Proses ini masih berjalan dan belum ada keputusan final yang bisa diumumkan ke publik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa hasil kajian tersebut akan disampaikan setelah seluruh proses evaluasi selesai dilakukan.

"Itu masih dikaji. Jadi nanti pada waktu pengkajian selesai nanti pasti juga akan disampaikan ke publik," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bentuk jaminan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa perhitungan fiskal negara sudah disiapkan dengan asumsi harga minyak dunia berada di kisaran rata rata 100 dolar Amerika Serikat per barel hingga akhir tahun.

Pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah efisiensi anggaran agar defisit tetap terjaga di sekitar angka 2,9 persen. Dengan kondisi tersebut, kemampuan fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menopang kebijakan yang berjalan.

Purbaya menambahkan bahwa negara masih memiliki ruang fiskal tambahan berupa sisa anggaran lebih atau SAL yang jumlahnya sekitar Rp420 triliun. Dana ini dapat digunakan apabila terjadi tekanan ekonomi yang lebih besar dari perkiraan.

"Kalau kepepet itu masih bisa dipakai, tapi rasanya kita ke sana masih jauh karena harga minyak kecil peluangnya bertahan di atas 100 (dolar AS per barel) untuk waktu yang berkepanjangan kalau kita lihat politiknya di Amerika Serikat seperti apa," tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi keuangan negara saat ini masih dalam posisi aman dan cukup untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan risiko di sektor energi maupun ekonomi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka