Pemerintah Kaji Penguatan Stimulus Ekonomi Lewat Penebalan Bansos

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah lewat Kementerian Sosial sedang mempertimbangkan langkah tambahan untuk menjaga kondisi ekonomi pada 2026. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah meningkatkan dan memperluas penerima bantuan sosial (Bansos) di tengah situasi global yang belum stabil akibat konflik di Timur Tengah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pembahasan soal stimulus ekonomi masih dalam tahap awal. Saat ini pemerintah baru melakukan simulasi dan koordinasi dengan berbagai kementerian terkait.

"Sudah ada semacam pembahasan ya, belum keputusan. Baru simulasi-simulasi untuk memberikan semacam stimulus ekonomi. Stimulus ekonomi itu macam-macam kebijakannya, salah satunya biasanya itu adalah penebalan atau juga penambahan penerima manfaat Bansos," kata dia.

Ia menegaskan bahwa sampai sekarang belum ada keputusan resmi dari presiden. Semua yang dibahas masih sebatas rancangan awal yang belum final.

Penambahan bansos biasanya dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama saat kondisi ekonomi sedang membutuhkan dorongan. Pola ini juga pernah diterapkan sebelumnya.

Sebagai gambaran, pada tahun lalu pemerintah sempat menambah bantuan di pertengahan tahun dan memperluas jumlah penerima di akhir tahun. Jumlah penerima bantuan tunai bahkan meningkat dari sekitar 18 juta keluarga menjadi 35 juta keluarga yang mencakup kelompok desil terbawah dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

"Jadi itu kalau belajar dari tahun lalu. Nah apakah tahun ini seperti itu kita tunggu kebijakan dari Bapak Presiden," ujarnya.

Meski rencana tambahan masih digodok, pemerintah memastikan program bansos reguler tetap berjalan. Saat ini penyaluran untuk triwulan kedua sedang dipersiapkan dan ditargetkan mulai pada pekan ketiga April.

Dalam program rutin ini, masyarakat menerima dua jenis bantuan. Bantuan Pangan Non Tunai sebesar Rp600 ribu per tiga bulan dan Program Keluarga Harapan yang besarannya disesuaikan dengan kondisi penerima seperti ibu hamil, pelajar, dan kelompok rentan lainnya.

"Mudah-mudahan di minggu ketiga sudah bisa mulai salur, Insya Allah mudah-mudahan," ungkapnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka