Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa pagi. Mata uang Garuda itu turun tipis 25 poin atau sekitar 0,15 persen ke level Rp17.130 per dolar AS.
Posisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp17.105 per dolar AS.
Pelemahan ini menunjukkan rupiah masih berada dalam tekanan di awal perdagangan hari ini. Meski penurunannya relatif kecil, pergerakan ini tetap jadi perhatian pelaku pasar, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang masih fluktuatif.
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS sendiri kerap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen global, kebijakan suku bunga bank sentral, hingga kondisi ekonomi domestik. Karena itu, perubahan tipis sekalipun tetap dianggap penting sebagai indikator arah pasar.
Dengan kondisi ini, pelaku pasar biasanya akan mencermati perkembangan selanjutnya untuk melihat apakah pelemahan rupiah akan berlanjut atau justru berbalik menguat dalam sesi perdagangan berikutnya.
Sumber: ANTARA