Menaker Kawal Dampak Ketenagakerjaan Imbas Ketegangan Iran-AS-Israel

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah terus memantau potensi dampak terhadap sektor ketenagakerjaan Indonesia akibat meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang memicu ketidakpastian global.

Ia menyebut pemerintah tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan berbagai kementerian terkait seperti Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Perindustrian untuk mengawasi kondisi yang berkembang.

“Ya, artinya, kita sadar bahwa kondisi dunia saat ini, tidak hanya Indonesia, memang penuh ketidakpastian. Tentu pemerintah harus menyikapi ini dengan melihat bersama-sama, tidak hanya Menteri Ketenagakerjaan, ada Menko Perekonomian tentunya, Menteri Perindustrian. Jadi, segala sesuatu, itu kita monitor,” kata Yassierli di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, pelaku industri juga sudah mulai merasakan dampak dari situasi tersebut, terutama pada rantai pasok bahan baku yang banyak bergantung pada impor.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia Bob Azam dalam rapat Panja RUU Ketenagakerjaan menyebut gangguan supply chain dapat berujung pada terganggunya produksi di sejumlah sektor.

Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pemutusan hubungan kerja atau PHK sejak awal tahun hingga Maret 2026 mencapai 8.389 orang.

Menaker menegaskan bahwa penguatan keterampilan tenaga kerja atau vokasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk menghadapi situasi global yang tidak pasti.

“Kami di Kementerian Ketenagakerjaan memang diminta lebih fokus dalam hal penyiapan SDM-nya dalam konteks skill vokasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan SDM juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional, termasuk di sektor pangan dan energi agar ekonomi lebih tahan terhadap guncangan global.

Program Pelatihan Vokasi Nasional terus didorong untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja, termasuk keterampilan digital yang dibutuhkan industri saat ini.

Selain itu, program Magang Nasional juga diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka