Jakarta (KABARIN) - Penyerang sayap Raphinha berpotensi dijatuhi sanksi oleh UEFA setelah melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit usai laga yang membuat FC Barcelona tersingkir dari Liga Champions 2025/2026.
Mengutip media Spanyol Mundo Deportivo, pernyataan Raphinha yang menyebut timnya “dirampok” oleh keputusan wasit Clement Turpin dinilai melanggar aturan disiplin UEFA karena dianggap merendahkan ofisial pertandingan dan otoritas sepak bola Eropa.
Barcelona sendiri harus tersingkir di babak perempat final setelah kalah agregat 2-3 dari Atletico Madrid, meski menang 2-1 pada leg kedua di Wanda Metropolitano.
Sebelumnya, tim asuhan Hansi Flick kalah 0-2 pada leg pertama sehingga gagal melangkah ke semifinal. Pada leg kedua, Barcelona juga harus bermain dengan 10 pemain setelah Eric Garcia menerima kartu merah.
UEFA diketahui dapat menjatuhkan sanksi larangan bertanding hingga tiga laga di kompetisi antarklub Eropa bagi pelanggaran serupa.
Selain komentar tersebut, gestur Raphinha kepada suporter Atletico juga menjadi sorotan. Meski begitu, pemain asal Brasil itu kemudian menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya.
“Saya minta maaf atas gestur yang tidak pantas, hal itu tidak sejalan dengan nilai dan karakter saya. Tindakan itu terjadi dalam momen ketegangan saat saya membalas penggemar (Atletico) yang mencemooh saya,” tulis Raphinha di media sosialnya.
Jika sanksi benar dijatuhkan, Raphinha berpotensi absen pada awal fase Liga Champions musim 2026/2027.
Sumber: ANTARA