Washington (KABARIN) - Amerika Serikat dan kelompok perjuangan Palestina Hamas, Selasa (14/4), mengadakan perundingan langsung pertama mereka di Kairo sejak gencatan senjata di Jalur Gaza, lapor CNN mengutip sejumlah sumber, Rabu.
Perundingan itu melibatkan Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza Nickolay Mladenov, dan penasihat senior Aryeh Lightstone dari pihak AS, serta ketua perunding Hamas Khalil al-Hayya.
Selama negosiasi berlangsung, Hamas bersikeras bahwa Israel harus berkomitmen pada fase pertama kesepakatan, yakni menghentikan serangan dan mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza sehingga fase kedua dapat dimulai.
Sumber-sumber itu mengatakan kepada CNN bahwa Israel menyetujui persyaratan tersebut jika Hamas bersedia melucuti senjata.
"Dokumen yang diusulkan mencerminkan ketidakseimbangan yang besar dalam urutan prioritas, semisal keamanan Israel diutamakan, sementara hak-hak kemanusiaan, politik, dan administratif Palestina ditunda," kata sumber yang dekat dengan delegasi Hamas.
Mladenov bahkan mengancam akan melanjutkan permusuhan jika Hamas menolak usulan tersebut, katanya.
Pada 17 November, Dewan Keamanan (DK) PBB telah mengadopsi Resolusi 2803 untuk mengimplementasikan rencana perdamaian Gaza yang disepakati oleh Israel dan Hamas pada Oktober 2025.
Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, pada pertengahan Januari mengumumkan peluncuran fase kedua rencana perdamaian Gaza, yang menetapkan penarikan pasukan Israel di lebih banyak wilayah di Gaza, pengerahan Pasukan Keamanan Israel (ISF), dan pembentukan struktur pemerintahan baru termasuk Dewan Perdamaian.
Terlepas dari pengumuman transisi ke fase kedua, bentrokan antara kelompok Palestina dan Israel di wilayah tersebut dilaporkan masih terus terjadi.
Sumber: SPU