PLN dan Danantara diharapkan segera melakukan tindaklanjut investasi energi terbarukan karena relevan dengan kondisi krisis energi global
Jakarta (KABARIN) - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menilai langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis memiliki relevansi strategis dalam memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik global.
Bhima menjelaskan, kunjungan ke Rusia masih berada dalam kerangka diplomasi untuk mengamankan pasokan minyak, sementara pendekatan ke Prancis lebih difokuskan pada sektor pertahanan dan kerja sama energi.
“PLN dan Danantara diharapkan segera melakukan tindak lanjut investasi energi terbarukan karena relevan dengan kondisi krisis energi global,” katanya di Jakarta, Kamis.
Ia menyebut kerja sama tersebut tidak terlepas dari kondisi “war economy” atau situasi ekonomi yang dipengaruhi ketegangan global.
Menurutnya, rencana pembelian minyak dari Rusia perlu dikaji secara menyeluruh, termasuk biaya logistik, harga acuan, serta kesesuaian dengan kebutuhan kilang dalam negeri. Ia juga menyarankan perbandingan dengan negara pemasok lain seperti Azerbaijan untuk memastikan efisiensi.
Bhima turut mengingatkan adanya potensi risiko sanksi dan retaliasi terkait kerja sama dengan negara yang masih berada dalam pengawasan sanksi internasional, termasuk dalam skema agreement on reciprocal trade (ART).
Di sisi lain, ia menilai hasil kunjungan ke Prancis perlu diarahkan pada penguatan investasi energi terbarukan, terutama dalam mendukung Just Energy Transition Partnership (JETP).
Ia juga menyoroti peluang kerja sama teknologi seperti energi gelombang laut, panel surya berbasis smart grid, serta tenaga angin yang dinilai cocok untuk wilayah Indonesia timur.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia dan Prancis menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk di sektor energi, pendidikan, komunikasi digital, dan investasi.
Di Rusia, Prabowo disebut bertemu Presiden Vladimir Putin untuk membahas peningkatan kerja sama energi, termasuk pasokan minyak mentah dan LPG. Sementara di Prancis, pembahasan difokuskan pada penguatan kerja sama lintas sektor dengan Presiden Emmanuel Macron.
Sumber: ANTARA