New York (KABARIN) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel. Ia menegaskan bahwa PBB siap mendukung langkah-langkah lanjutan demi terciptanya perdamaian di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers pada Kamis.
"Saya baru saja berbicara dengan Sekretaris Jenderal, yang mengatakan dengan jelas menyambut baik langkah-langkah yang akan mengakhiri permusuhan dan penderitaan di kedua sisi garis biru," kata Dujarric selama konferensi pers.
Ia juga menambahkan bahwa PBB, melalui berbagai misi politik dan perdamaian, akan terus berperan aktif dalam mendukung proses menuju stabilitas jangka panjang.
Sebelumnya di hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan ini mulai berlaku pada Kamis (16/4) malam dan diharapkan menjadi langkah awal menuju perdamaian yang lebih permanen.
Trump juga disebut akan mengundang kedua pemimpin tersebut ke Washington guna melanjutkan pembicaraan yang lebih mendalam dan bermakna.
Namun di tengah kabar positif tersebut, situasi di lapangan masih memprihatinkan. Dujarric mengonfirmasi adanya laporan penghancuran jembatan penting di wilayah selatan Lebanon, tepatnya di atas Sungai Litani.
"Serangan hari ini di Jembatan Qasmiya, yang merupakan jalur penting menuju Tyre melintasi Sungai Litani, telah semakin memutus akses ke daerah-daerah di selatan sungai tersebut, dan hal itu berdampak pada lebih dari 106.000 orang karena hanya satu penyeberangan yang tersedia saat ini," tambah Dujarric.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa jembatan tersebut diserang dua kali oleh pesawat Israel. Selain itu, drone Israel juga dilaporkan menyerang kendaraan di sekitar lokasi sebelum serangan udara dilakukan, yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Situasi ini menunjukkan bahwa meski ada harapan lewat gencatan senjata, kondisi di lapangan masih penuh tantangan. Dukungan internasional, termasuk dari PBB, diharapkan bisa membantu meredakan konflik dan membuka jalan menuju perdamaian yang lebih stabil.
Baca juga: Hizbullah Didesak PBB untuk Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
Sumber: SPU