London (KABARIN) - Para pemimpin Eropa menyambut pengumuman gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel, serta mendorong langkah lanjutan menuju perdamaian jangka panjang.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut gencatan senjata sementara tersebut sebagai kelegaan, namun menekankan pentingnya solusi permanen.
“Kini, kita tidak hanya membutuhkan jeda sementara, tetapi jalur menuju perdamaian permanen. Eropa akan terus menyerukan penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon,” tambahnya.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa juga menyambut positif perkembangan ini.
“Penting bagi Israel dan Lebanon untuk terlibat dalam negosiasi yang bermakna dan menghasilkan hasil konkret—demi kepentingan rakyat mereka dan prospek perdamaian yang berkelanjutan,” ucapnya.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menilai gencatan senjata sebagai kabar sangat baik dan berharap dapat membuka jalan bagi perundingan damai yang lebih luas.
“Saya berharap gencatan senjata ini dapat menciptakan kondisi untuk negosiasi yang berhasil antara Israel dan Lebanon, yang mengarah pada perdamaian penuh dan abadi,” katanya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menegaskan pentingnya verifikasi di lapangan, mengingat kekerasan yang terjadi sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide menekankan perlunya memanfaatkan momentum ini untuk perdamaian jangka panjang.
“Sangat penting untuk berupaya mengubah kesempatan ini menjadi perdamaian yang langgeng. Kekerasan dan penderitaan warga sipil harus dihentikan.”
Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger menyebut gencatan senjata ini memberi harapan, meski keberlanjutannya masih harus diuji.
“Sekarang semuanya bergantung pada apakah ini dapat bertahan dan mengarah pada proses politik yang berkelanjutan,” tambahnya.
Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna menilai langkah ini penting untuk meredakan ketegangan kawasan.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri Portugal dan Swiss juga menyerukan semua pihak menghormati kesepakatan serta memanfaatkannya sebagai peluang menuju solusi politik yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari, hasil dari pembicaraan yang dimediasi AS di Washington, DC.
Sumber: ANAD