Inggris Kirim Drone Pemburu Ranjau ke Selat Hormuz

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Inggris dikabarkan akan mengerahkan pesawat nirawak bawah laut baru ke kawasan Selat Hormuz untuk mendeteksi dan menetralisir ranjau laut, di tengah meningkatnya upaya pengamanan jalur pelayaran strategis tersebut.

Mengutip laporan Express pada Senin (1/6), langkah ini dilakukan untuk memperkuat keamanan navigasi di salah satu rute energi paling vital di dunia yang kerap diwarnai ketegangan geopolitik.

Sebelumnya, pada 12 Mei, Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan kesiapan mengirimkan sejumlah aset militer, termasuk kapal perang, kapal penyapu ranjau tanpa awak, serta jet tempur, guna mendukung operasi pengamanan di kawasan Selat Hormuz.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sistem bawah laut kendali jarak jauh Defender-Viper akan ditempatkan di kapal RFA Lyme Bay untuk meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Inggris dalam misi penanggulangan ranjau.

Kapal RFA Lyme Bay sendiri telah berlayar dari Gibraltar sebagai bagian dari persiapan operasi keamanan maritim internasional di wilayah tersebut.

Sistem Defender-Viper dirancang untuk mendeteksi sekaligus menghancurkan ranjau bawah laut yang dapat meledak saat bersentuhan dengan kapal. Teknologi ini dapat dikendalikan secara manual maupun otomatis berdasarkan koordinat yang telah diprogram.

Personel angkatan laut Inggris juga telah menjalani pelatihan khusus untuk mengoperasikan sistem tersebut. Setelah dikerahkan, mereka akan bertugas mengidentifikasi dan menetralkan ancaman ranjau melalui data sonar bawah laut.

Selain itu, Inggris juga disebut tengah mempertimbangkan pengerahan aset tambahan seperti sistem anti-drone, jet tempur Typhoon untuk patroli udara, serta kapal perusak HMS Dragon guna memperkuat kehadiran militer dan menjaga keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka