Iran Sebut Akan Hentikan Negosiasi dengan AS jika Israel Serang Lebanon Lagi

waktu baca 2 menit

Teheran (KABARIN) - Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak hanya akan menghentikan proses negosiasi dengan Amerika Serikat, tetapi juga siap mengambil langkah terhadap Israel apabila operasi militer di Lebanon terus berlanjut.

“Selama dua hari terakhir, kami telah bekerja keras untuk menghentikan serangan Israel. Namun, jika kejahatan-kejahatan ini terus berlanjut, kami tidak hanya akan menangguhkan perundingan, tetapi juga akan bertindak terhadap rezim Zionis,” kata Ghalibaf melalui Telegram, Senin (1/6).

Dalam komunikasi dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, Ghalibaf juga menyampaikan komitmen Iran untuk mendorong tercapainya gencatan senjata di seluruh wilayah Lebanon.

Sementara itu, Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu pada hari yang sama memerintahkan serangan terhadap sejumlah target Hizbullah di pinggiran Beirut.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata di Lebanon juga dinilai sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyampaikan bahwa Hizbullah dan Israel telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata setelah proses komunikasi melalui pihak perantara.

Namun di lapangan, eskalasi tetap terjadi. Hizbullah disebut mulai melancarkan serangan roket dan drone ke wilayah Israel sejak awal Maret di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Sebagai balasan, Israel melakukan serangan udara besar-besaran ke wilayah Lebanon selatan, timur, hingga pinggiran selatan Beirut, serta melancarkan operasi darat di bagian selatan Lebanon.

Meski sempat disepakati gencatan senjata pada April, laporan di lapangan menyebut Israel masih melakukan serangan di sejumlah wilayah perbatasan, sementara Hizbullah terus melancarkan operasi balasan terhadap pasukan Israel.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka