Banjir Setinggi 1,75 Meter Rendam Kebon Pala, Warga Bergegas Ngungsi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Banjir kembali merendam permukiman warga di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Senin (20/4) dini hari. Ketinggian air bahkan mencapai 1,75 meter, memaksa sebagian warga memilih mengungsi demi keselamatan.

Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengatakan ketinggian air terus meningkat sejak subuh.
"Pagi ini, pukul 09.43 WIB, sekarang air sudah mencapai sekitar 175 sentimeter atau 1,75 meter, naik terus airnya dini hari tadi," kata Sanusi di Kebon Pala, Jakarta Timur, Senin.

Menurut dia, air mulai naik sekitar pukul 03.00 WIB dan membuat wilayah tersebut masuk status siaga 2. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi hujan dengan intensitas tinggi serta kiriman air dari wilayah hulu seperti Katulampa dan Depok.

"Air mulai naik sekitar jam tiga pagi, ini sudah masuk siaga 2. Selain hujan, juga ada kiriman air dari Katulampa dan Depok," jelas Sanusi.

Banjir yang cukup tinggi membuat sejumlah warga mulai meninggalkan rumah mereka. Meski begitu, jumlah warga yang mengungsi masih relatif sedikit. Hingga saat ini, sekitar lima kepala keluarga (KK) tercatat sudah mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.

"Yang mengungsi ada sebagian, sekitar lima KK. Mereka mengungsi ke rumah saudaranya," ujar Sanusi.

Di lokasi, aparat setempat terus memantau kondisi dan membantu proses evakuasi. Petugas kepolisian juga terlihat mengevakuasi warga yang ingin mengungsi ke tempat yang lebih aman, sekaligus membantu menyelamatkan barang-barang dari genangan air.

Sementara itu, warga yang masih bertahan di rumah diminta tetap waspada. Potensi kenaikan debit air susulan masih bisa terjadi, apalagi curah hujan dalam beberapa hari terakhir terpantau cukup tinggi, terutama pada sore hingga malam hari.

Sanusi menambahkan, banjir di wilayah Kebon Pala memang kerap terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pola hujan yang terus berulang membuat air sulit surut sepenuhnya, sehingga genangan kembali meningkat saat hujan turun deras.

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 17 hingga 23 April 2026 di sejumlah wilayah pesisir utara Jakarta.

Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru pada 17 April serta perigee pada 19 April yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD DKI Jakarta menyiagakan layanan darurat 112 yang bisa kamu hubungi jika terjadi kondisi darurat. Selain itu, perkembangan informasi banjir dan peringatan gelombang pasang juga bisa dipantau melalui kanal resmi pemerintah daerah.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka