Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Senin siang. Pertemuan tersebut salah satunya membahas program Kampung/Desa Nelayan Merah Putih.
Kedua menteri datang ke Istana secara terpisah sejak sekitar pukul 13.30 WIB. Keduanya mengaku belum mengetahui secara pasti agenda yang akan dibahas bersama Presiden Prabowo.
"Cuma mungkin tentang giant sea wall (tanggul laut raksasa, red.) ya, tetapi nanti saya lihat dulu ya. Nanti saya kabarin," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat ditanya awak media sebelum memasuki rapat.
Ia menambahkan, sebagai Mendiktisaintek, dirinya akan mengoptimalkan peran perguruan tinggi untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga menyebut belum mengetahui detail agenda rapat, namun sempat menyinggung program “kampung nelayan” sebelum masuk ke Istana.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf juga terlihat hadir di Istana Kepresidenan pada siang hari untuk mengikuti rapat tersebut.
Sebelumnya, pemerintah telah membuka rekrutmen nasional untuk 5.476 formasi pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Rabu (15/4).
Zulhas menegaskan proses seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan tanpa pungutan biaya.
Seleksi terbuka ini diperuntukkan bagi lulusan D3, D4, dan S1 dari semua jurusan dengan batas usia maksimal 35 tahun serta IPK minimal 2,75. Peserta yang lolos akan ditempatkan sebagai pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara dengan kontrak kerja dua tahun.
"Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada biaya. Semua proses hanya melalui kanal resmi phtc.panselnas.go.id. Bila ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan, itu penipuan," kata Zulhas.
Ia juga menegaskan bahwa penempatan tenaga kerja akan memprioritaskan masyarakat lokal, terutama jika terdapat kandidat dengan nilai yang setara.
Sumber: ANTARA