China Keprihatinan atas Penyitaan Kapal Iran oleh AS di Teluk Oman

waktu baca 2 menit

Beijing (KABARIN) - Pemerintah China menyatakan keprihatinan atas penyitaan kapal dagang Iran oleh Amerika Serikat di wilayah Teluk Oman. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri China pada Senin.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyoroti tindakan pencegatan paksa terhadap kapal tersebut oleh AS.

“Kami menyatakan keprihatinan atas pencegatan paksa kapal terkait oleh Amerika Serikat,” ujar Guo dalam konferensi pers.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah menyita kapal dagang Iran bernama Touska. Kapal tersebut disebut berupaya menembus blokade AS di kawasan Teluk Oman dan kini berada di bawah kendali Amerika Serikat.

China juga menyerukan agar semua pihak menahan diri, mematuhi gencatan senjata, serta menghindari eskalasi yang dapat memperburuk situasi. Beijing menekankan pentingnya menciptakan kondisi yang kondusif bagi kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Angkatan Laut AS dilaporkan mulai melakukan blokade terhadap lalu lintas kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz sejak 13 April.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis global yang menjadi rute sekitar 20 persen pengiriman minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia.

Pemerintah AS menyatakan bahwa kapal non-Iran masih diperbolehkan melintasi wilayah tersebut selama tidak membayar biaya kepada Teheran. Sementara itu, Iran belum mengumumkan kebijakan resmi terkait rencana pungutan di jalur perairan strategis tersebut.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka