Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras terkait situasi gencatan senjata dengan Iran yang akan segera berakhir. Ia menyebut kemungkinan tindakan militer besar jika kesepakatan tidak diperpanjang.
Dalam pernyataannya pada Senin 20 April kepada PBS News, Trump menyinggung potensi peningkatan serangan apabila situasi kembali memanas.
"Banyak bom akan mulai meledak," kata Trump kepada PBS News, Senin (20/4), ketika ditanya tentang kemungkinan tersebut.
Sebelumnya pada Minggu 19 April, Trump mengatakan bahwa delegasi Amerika Serikat tengah bersiap menuju Islamabad, Pakistan, untuk melanjutkan putaran kedua perundingan dengan Iran. Pembicaraan ini dilakukan setelah putaran pertama pada 11 sampai 12 April tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Mike Waltz juga menyampaikan bahwa dialog kedua negara akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat, bahkan membuka kemungkinan perpanjangan gencatan senjata yang dijadwalkan berakhir pada 22 April.
Ketegangan antara kedua negara sudah berlangsung sejak awal tahun. Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melakukan serangan ke sejumlah wilayah di Iran termasuk Teheran yang menimbulkan korban sipil dan kerusakan fasilitas. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika di Timur Tengah.
Beberapa waktu setelah itu, pada 7 April, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu.
Namun setelah perundingan awal di Islamabad pada 12 April gagal, Trump dilaporkan memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk memblokade pelabuhan Iran sebagai upaya menekan Teheran kembali ke meja negosiasi.
Sumber: SPU