Rusia Kritik Penguatan Kapasitas Nuklir Inggris dan Prancis

waktu baca 2 menit

langkah ini justru meningkatkan risiko strategis serta memicu perlombaan senjata nuklir baru

Moskow (KABARIN) - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Viktorovich Grushko menilai bahwa upaya Inggris dan Prancis memperkuat kemampuan nuklir mereka dapat mendorong terjadinya perlombaan senjata dan dinilai bertentangan dengan tujuan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Dalam wawancara dengan RIA Novosti, Grushko menyebut pendekatan doktrinal baru Prancis dalam sejumlah aspek mirip dengan konsep “pencegah nuklir yang diperluas” milik Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik.

Ia menilai bahwa langkah tersebut menunjukkan adanya kecenderungan kedua negara untuk secara terbuka mengembangkan peran sebagai “pendukung misi nuklir bersama NATO”.

“Langkah-langkah tersebut konsisten dengan pola umum aktivitas militer-nuklir provokatif oleh negara-negara NATO, yang diarahkan terhadap negara kita,” katanya.

Grushko juga menyoroti pernyataan Inggris sebelumnya terkait peningkatan kemampuan nuklirnya yang disebut menggunakan narasi anti-Rusia.

Menurutnya, kondisi tersebut berkontribusi pada meningkatnya perlombaan senjata yang tidak hanya bertentangan dengan tujuan NPT, tetapi juga melanggar kewajiban dalam perjanjian tersebut.

Ia turut mengkritik kebijakan Prancis yang dinilai mengurangi transparansi terkait jumlah hulu ledak nuklir serta membuka kemungkinan penempatan senjata nuklir di wilayah negara-negara Uni Eropa dan anggota NATO lainnya.

Di sisi lain, pemerintah Prancis disebut memandang kebijakan tersebut sebagai upaya memperkuat keamanan nasional serta perlindungan terhadap sekutu.

Namun, Grushko berpendapat bahwa kebijakan itu justru meningkatkan risiko strategis dan berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir baru yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan regional maupun global.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka