Presiden Iran: Ancaman AS dan Blokade Hambat Negosiasi

waktu baca 1 menit

Dunia menyaksikan retorika kosong yang penuh kemunafikan serta kontradiksi antara klaim dan tindakan,

Moskow (KABARIN) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa pelanggaran komitmen, blokade di Selat Hormuz, serta ancaman dari Amerika Serikat menjadi faktor utama yang menghambat proses negosiasi.

Dalam pernyataannya di media sosial X, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap terbuka terhadap dialog dan kesepakatan. Namun, menurutnya, tindakan yang dinilai sebagai itikad buruk, pengepungan, serta ancaman menjadi penghalang bagi terciptanya perundingan yang tulus. Ia juga menyinggung adanya ketidaksesuaian antara pernyataan dan tindakan dari pihak lawan.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Eskalasi konflik tersebut sempat mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global, yang turut memicu kenaikan harga energi.

Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

Meski belum ada pengumuman resmi terkait dimulainya kembali konflik, Amerika Serikat dilaporkan mulai memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka