Sahroni Soroti Fenomena Anak di Bawah Umur yang Jadi Pelaku Pidana

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyoroti fenomena maraknya anak di bawah umur yang menjadi pelaku tindak pidana, seperti kasus pengeroyokan berujung tewasnya siswa SMA Negeri 5 Bandung Muhammad Fadhly Arjasubrata.

Sahroni meminta Polri bertindak tegas dalam menangani kasus yang melibatkan pelajar tingkat SMA itu, sesuai hukum yang berlaku.

“Walaupun para pelaku masih di bawah umur, ini bukan perkara yang bisa didivesi atau dianggap ringan. Unsur pidananya sangat berat karena sampai menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menyebut, fenomena maraknya anak di bawah umur melakukan tindak pidana bahkan lebih brutal dari orang dewasa, jangan disikapi longgar hanya karena pelaku berstatus anak.

Menurut dia, kalau setiap kasus disikapi dengan kelonggaran, berdampak tidak baik. Generasi muda merasa bisa bertindak semena-mena tanpa paham konsekuensi hukum.

“Ini juga juga menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk benar-benar mengawasi dan mendidik anaknya. Karena kelalaian pengawasan turut berkontribusi pada kejadian seperti ini,” ujarnya.

Terkait kasus pengeroyokan Muhammad Fadhly Arjasubrata di Banding, Selasa (21/4), Polresta Bandung telah menangkap enam orang pelajar yang menjadi tersangka.

Kapolresta Bandung AKBP Anton menyebut penanganan kasus yang melibatkan anak tersebut dilakukan dengan pendampingan anak berhadapan dengan hukum.

Menanggapi hal itu, Sahroni meminta para pelaku dijerat hukuman maksimal sesuai hukum yang ada.

“Saya minta kepolisian tetap bertindak tegas dan memastikan para pelaku diproses dengan pidana maksimal sesuai ketentuan yang ada,” katanya.

“Jangan sampai ada kesan bahwa status anak membuat perbuatan seberat ini dinormalisasi,” sambung Sahroni.

Sebelumnya, sebuah rekaman video amatir yang diduga menampilkan aksi bentrok di kawasan Cihampelas pada Jumat (13/3) malam itu viral di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat seorang laki-laki yang diduga menjadi korban pengeroyokan terbaring di pinggir jalan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka