Istanbul (KABARIN) - Ledakan bom terjadi di wilayah Cauca, Kolombia barat daya, dan menewaskan 20 orang serta melukai 36 lainnya. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu serangan paling brutal terhadap warga sipil dalam beberapa dekade terakhir.
Gubernur Octavio Guzmán menyampaikan bahwa korban tewas terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki. Selain itu, korban luka mencapai 36 orang, dengan sebagian masih menjalani perawatan intensif, termasuk beberapa anak yang kondisinya mulai membaik.
Ledakan terjadi ketika sebuah alat peledak yang diduga dipasang di gorong-gorong di Jalan Raya Pan-Amerika wilayah Cajibío meledak saat sebuah bus pedesaan atau “chiva” melintas. Ledakan juga merusak sejumlah kendaraan di sekitar lokasi.
Dalam laporan lain, disebutkan kemungkinan alat peledak tersebut sempat dilemparkan ke arah bus sebelum meledak, sehingga meningkatkan dampak kerusakan.
Pemerintah setempat menetapkan masa berkabung selama tiga hari, serta merencanakan upacara penghormatan bagi para korban dalam beberapa hari ke depan.
Guzmán juga menyebut ledakan tersebut meninggalkan kawah besar berukuran sekitar 200 meter kubik, sementara perbaikan infrastruktur jalan masih dilakukan oleh pihak terkait.
Presiden Gustavo Petro menyebut serangan ini diduga dilakukan oleh FARC melalui faksi EMC yang dipimpin oleh Iván Mordisco.
Pemerintah daerah bersama otoritas keamanan kini terus melakukan penanganan, termasuk bantuan kemanusiaan, layanan psikososial, serta peningkatan pengamanan di wilayah terdampak.
Sumber: ANAD