Kemlu RI Gencarkan Upaya Pembebasan WNI yang Disandera Pembajakan di Somalia

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Luar Negeri RI memastikan telah melakukan koordinasi intensif dan langkah lanjutan untuk menjamin keselamatan anak buah kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan di perairan Somalia.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti laporan pembajakan kapal MT Honour 25 yang terjadi di sekitar perairan Hafun, Somalia, pada Rabu (22/4).

“KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Somalia,” kata Heni di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan bahwa penanganan kasus ini melibatkan berbagai pihak, termasuk otoritas setempat, tokoh masyarakat, hingga unsur pelaku usaha, dengan fokus utama pada keselamatan para ABK.

KBRI Nairobi juga terus memantau perkembangan situasi secara berkala melalui koordinasi yang terukur dengan pihak terkait di lapangan.

Menurut informasi yang diterima, kapal tersebut membawa 16 awak, terdiri dari empat WNI, 10 warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar.

Sebelumnya, keluarga korban meminta pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah konkret dalam penanganan kasus ini demi keselamatan para ABK.

Ibu dari kapten kapal, Sitti Aminah, menyebut kapal tersebut mengangkut komoditas minyak dan berlayar dari Oman sejak awal tahun.

Sementara istri korban, Santi Sanjaya, mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan suaminya sempat menyebut adanya ancaman pembajakan.

Meski sempat kembali terhubung, para ABK dilaporkan dalam kondisi aman namun berada di bawah tekanan psikologis, sementara pihak perompak disebut meminta tebusan.

Kemlu RI menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga para WNI dapat dipastikan aman dan proses penanganan berjalan optimal.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka