Iran Usulkan Pembukaan Selat Hormuz dan Penundaan Negosiasi Nuklir

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Iran dilaporkan mengajukan usulan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali dan konflik dihentikan, dengan pembahasan terkait program nuklir ditunda ke tahap berikutnya.

Mengutip laporan Axios, usulan tersebut disampaikan Iran kepada Amerika Serikat melalui pihak penengah, termasuk Pakistan, di tengah kebuntuan diplomatik mengenai program nuklir Teheran.

Sumber menyebutkan bahwa rencana itu bertujuan mengatasi kebuntuan terkait isu pengayaan uranium, sekaligus mempercepat tercapainya kesepakatan untuk membuka blokade dan memulihkan jalur pelayaran internasional.

Dalam proposal tersebut, Iran juga mengusulkan perpanjangan gencatan senjata, baik sementara maupun permanen, dengan ketentuan bahwa pembicaraan nuklir baru akan dimulai setelah Selat Hormuz dibuka dan pembatasan dicabut.

Seorang pejabat AS dan sumber terkait menyatakan bahwa Gedung Putih telah menerima proposal tersebut, namun belum memberikan sinyal apakah akan menindaklanjutinya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut akan menggelar pertemuan dengan pejabat keamanan senior pada Senin untuk membahas langkah penyelesaian kebuntuan tersebut. Trump sendiri menegaskan keinginannya untuk mempertahankan tekanan terhadap Iran melalui blokade laut.

“Ketika anda punya minyak yang sangat banyak ... dan jika salurannya ditutup ... salurannya akan meledak dari dalam,” kata Trump, sembari mengklaim Iran hanya memiliki “tiga hari” sebelum menghadapi tekanan internal.

Di sisi lain, upaya diplomasi terus berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dikabarkan melakukan pembicaraan dengan sejumlah pihak di Islamabad, Pakistan, dan Muscat, Oman, terkait situasi di Selat Hormuz.

Araghchi kemudian tiba di St. Petersburg, Rusia, pada Senin pagi untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Vladimir Putin dan pejabat senior lainnya.

“Hal ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif ... AS memegang semua kartunya,” kata juru bicara Gedung Putih Olivia Wales.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar pembicaraan tahap awal di Islamabad pada 11–12 April, namun belum menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Negosiasi tersebut dilakukan setelah Pakistan berhasil mendorong tercapainya gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April yang kemudian diperpanjang oleh Trump.

Namun hingga kini, sejumlah isu utama masih menjadi hambatan, termasuk status Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, serta hak pengayaan uranium oleh Teheran.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka