Menkes Siapkan RS Rujukan untuk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah rumah sakit rujukan bagi korban kecelakaan kereta di Bekasi, Jawa Barat, jika membutuhkan penanganan lanjutan.

Budi di Jakarta, Selasa, mengaku prihatin atas insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam, serta berharap para korban yang tengah dirawat dapat segera pulih.

"Yang kita support, kalau mereka butuh rujukan, kalau luka-lukanya, traumanya itu butuh rujukan yang lebih lanjut kita bisa kasih ke Rumah Sakit PON (Pusat Otak Nasional) atau RSCM," katanya.

Ia menjelaskan, sebagian besar korban saat ini ditangani di rumah sakit milik pemerintah DKI Jakarta. Selain itu, dukungan layanan kesehatan mental juga disiapkan melalui RSJ Dr. Soeharto Heerdjan.

"Kalau mereka membutuhkan mental health, perawatan, rumah sakit jiwa kita juga RSJ. Dr. Soeharto Heerdjan ada di Jakarta juga bisa bantu mereka," kata Budi.

Kecelakaan tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Berdasarkan kronologi, kereta Argo Bromo Anggrek berangkat dari Stasiun Gambir menuju Surabaya pada pukul 20.30 WIB.

Selanjutnya, pada pukul 20.52 WIB, KRL dengan kode 5181B tujuan Jakarta menabrak sebuah taksi yang mogok di perlintasan Jalan Ampera, sementara KRL lain dengan kode 5568A tujuan Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 20.57 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur hingga lokomotifnya menghantam bagian belakang gerbong.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat korban meninggal dunia dalam insiden tersebut mencapai 14 orang. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan data tersebut berdasarkan pembaruan hingga pukul 08.45 WIB.

Korban meninggal telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sementara 84 korban luka telah mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka