Kemenhub Ungkap Awal Mula Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Perhubungan mengungkap dugaan kronologi awal kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Insiden ini bermula saat kereta rel listrik rute Bekasi menuju Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85, yang kemudian memicu rangkaian kejadian berikutnya.

"Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Setelah kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan perjalanannya berubah menjadi perjalanan luar biasa dengan kode 5181 karena tidak lagi beroperasi sesuai jadwal.

Dampaknya, satu rangkaian KRL lain dengan kode 5568 tujuan Cikarang dihentikan di peron Stasiun Bekasi Timur untuk menghindari risiko lanjutan.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta menuju Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KRL 5568 yang sedang berhenti.

Kementerian Perhubungan menyatakan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan proses penanganan berjalan optimal. Evakuasi korban dilakukan secara bertahap dan hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

"Upaya ini didukung melalui pendirian Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur serta penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan," ujar dia.

Pemerintah juga mendukung penuh investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif.

"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif,” kata Dudy.

Hingga saat ini, pendataan korban masih berlangsung. Untuk mendukung penanganan, operasional KRL sementara dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.

Menteri Perhubungan memastikan proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta tetap mengutamakan keselamatan petugas dan korban.

Dudy bersama tim teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT KAI telah berada di lokasi sejak Senin malam hingga Selasa pagi untuk memimpin langsung penanganan.

Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia dan berharap korban luka segera pulih.

“Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan," katanya.

Presiden Prabowo Subianto juga mengunjungi korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik serta memberikan dukungan kepada keluarga korban.

“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan Pemerintah. Kami segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” kata Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi, khususnya di perlintasan sebidang yang masih memiliki potensi risiko tinggi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka