Jakarta (KABARIN) - Tentara Nasional Indonesia melalui Koops Habema menyatakan berhasil melumpuhkan Komandan Operasi Kepala Air dari Organisasi Papua Merdeka Kodap 18 Ilaga, Jeki Murib, dalam operasi di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, pada 20 April 2026.
Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kepala Penerangan Koops TNI Habema Wirya Arthadiguna menyebut Jeki Murib tewas setelah terjadi baku tembak dengan prajurit TNI.
"Betul (aksi baku tembak) menewaskan Jeki Murib," kata Wirya.
Ia menjelaskan Jeki Murib diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di Papua, termasuk penyerangan terhadap fasilitas umum seperti bandara, masyarakat sipil, hingga pekerja di PT Freeport Indonesia.
Menurutnya, rangkaian aksi tersebut menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat dan mengganggu aktivitas sosial serta ekonomi di wilayah setempat.
"Aksi OPM tersebut menimbulkan ketakutan dan mengganggu kehidupan masyarakat, termasuk menghambat roda perekonomian dan aktivitas masyarakat," kata Wirya.
Ia menambahkan kehadiran Koops Habema bertujuan untuk menghentikan aksi kekerasan yang dilakukan kelompok tersebut serta menjaga keamanan masyarakat.
Operasi yang dilakukan disebut merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025, yang mengatur tugas TNI dalam menghadapi gerakan separatis bersenjata dan pemberontakan.
Selain itu, langkah tersebut juga disebut sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 yang menekankan pendekatan terpadu antara aspek keamanan dan kesejahteraan di Papua.
TNI berharap kondisi keamanan di wilayah Papua dapat kembali kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.
Sumber: ANTARA