sebagaimana diarahkan Presiden terkait kurang lebih 1.800 perlintasan kereta yang selama ini memang wajib diperbaiki, harus ada pintunya
Jakarta (KABARIN) - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan pembenahan keselamatan perkeretaapian menjadi fokus utama pemerintah tahun ini, menyusul kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Ia mengatakan perbaikan tersebut sebenarnya sudah masuk dalam rencana kerja, terutama terkait ribuan perlintasan kereta yang dinilai masih membutuhkan peningkatan pengamanan.
“Sebetulnya sudah masuk dalam program kerja kita tahun ini, sebagaimana diarahkan Presiden terkait kurang lebih 1.800 perlintasan kereta yang selama ini memang wajib diperbaiki, harus ada pintunya,” kata Dony di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, insiden ini mendorong pemerintah untuk mempercepat evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi massal, termasuk meninjau kembali aspek operasional yang ada.
“Apalagi dengan kejadian ini, kita melakukan evaluasi total terhadap keamanan daripada transportasi massal kita,” katanya.
Dony menambahkan evaluasi akan mencakup seluruh aspek, termasuk manajemen dan sistem operasional, sembari menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Ia juga mengaku telah meninjau langsung lokasi kejadian dan menyampaikan duka cita atas insiden tersebut.
“Tadi malam saya juga ke sana (Stasiun Bekasi Timur), kita turut berduka cita dan prihatin terhadap kecelakaan yang terjadi,” kata dia.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, dengan fokus utama pada penguatan sistem keselamatan.
“Kita melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama keselamatan segala sistem yang ada, dan memang kita selalu mengevaluasi secara menyeluruh,” kata Rosan.
Kecelakaan yang terjadi pada Senin malam melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di wilayah Bekasi Timur. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), insiden tersebut menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.
Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan belasungkawa setelah menjenguk korban di RSUD Bekasi. Ia juga menegaskan pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh atas kejadian tersebut.
Selain itu, Presiden mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki sekitar 1.800 titik perlintasan kereta di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.
Menurutnya, banyak perlintasan tersebut merupakan infrastruktur lama yang belum mendapatkan penanganan optimal sehingga berisiko tinggi terhadap kecelakaan.
Pemerintah menyiapkan dua skema penanganan untuk mengatasi persoalan tersebut, yakni pembangunan pos penjagaan serta pembangunan jembatan layang di titik-titik rawan.
Sumber: ANTARA