Seskab: Kemenhub Akan Evaluasi Green SM Usai Insiden Kereta di Bekasi Timur

waktu baca 2 menit

Dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green

Jakarta (KABARIN) - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi terhadap layanan taksi Green SM menyusul insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Ia menjelaskan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan telah menyampaikan rencana evaluasi terhadap perusahaan taksi asal Vietnam tersebut.

"Dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," kata Teddy di Jakarta, Selasa.

Menurut Teddy, langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh sistem keselamatan transportasi, khususnya untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat sistem pengamanan di perlintasan kereta api yang dinilai masih memiliki risiko tinggi.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi untuk mengurangi potensi kecelakaan di titik perlintasan padat.

"Presiden Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut," kata Teddy.

Sementara itu, pihak Green SM Indonesia juga telah memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Dalam unggahan di akun Instagram resminya, perusahaan menyatakan telah menyerahkan informasi yang diperlukan kepada pihak berwenang.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," tulis perusahaan tersebut.

Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama serta menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan standar operasional dan layanan.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," lanjutnya.

Green SM juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta berharap seluruh pihak yang terdampak segera pulih dan dalam kondisi aman.

Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line tersebut terjadi pada Senin malam di Stasiun Bekasi Timur.

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), insiden itu menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka yang saat ini tengah dirawat di berbagai fasilitas kesehatan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka