Menbud: Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Masuk Agenda UNESCO

waktu baca 2 menit

...Pengakuan ini menjadi bukti signifikansi sejarah sang ulama pejuang di kancah peradaban dunia

Serang (KABARIN) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa peringatan 400 tahun tokoh nasional Syekh Yusuf Al Makassari kini resmi masuk dalam agenda organisasi internasional UNESCO. Pengakuan ini disebut menjadi langkah penting dalam mengangkat sejarah perjuangan ulama tersebut di tingkat dunia.

"Pengakuan ini menjadi bukti signifikansi sejarah sang ulama pejuang di kancah peradaban dunia," kata Fadli Zon saat Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al Makassari di Kawasan Banten Lama, Kota Serang, Banten, Selasa malam.

Ia menjelaskan bahwa proses pengajuan sudah dilakukan sejak tahun lalu dan akhirnya diterima dalam agenda global. Menurutnya, Syekh Yusuf bukan hanya tokoh agama, tetapi juga pejuang yang kiprahnya melintasi banyak wilayah mulai dari Banten, Batavia, Sri Lanka, hingga Cape Town di Afrika Selatan.

"Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf bukan sekadar tokoh agama, melainkan simbol perlawanan terhadap politik Apartheid yang rasis," ujarnya.

Fadli juga menambahkan bahwa perjuangan Syekh Yusuf menjadi inspirasi bagi tokoh dunia seperti Nelson Mandela dalam melawan sistem diskriminasi rasial yang berlangsung lama di Afrika Selatan.

Selain pengakuan internasional, Kementerian Kebudayaan juga tengah merancang pembangunan Museum Syekh Yusuf di Cape Town yang nantinya akan difungsikan sebagai Rumah Budaya Indonesia. Rencana ini disebut telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari penguatan diplomasi budaya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mendorong penguatan literasi sejarah melalui penerbitan karya-karya tentang Syekh Yusuf serta rencana produksi film layar lebar agar kisah dan nilai perjuangannya lebih mudah dipahami generasi muda.

Fadli turut menyoroti keberadaan komunitas diaspora di Afrika Selatan yang dikenal sebagai Cape Malay dengan jumlah diperkirakan mencapai 2,7 juta orang, yang disebut memiliki keterkaitan sejarah dengan perjalanan para pejuang Nusantara pada masa kolonial.

Di dalam negeri, Kementerian Kebudayaan juga fokus mempercepat penetapan sejumlah situs bersejarah di Banten Lama menjadi Cagar Budaya Nasional. Beberapa di antaranya adalah Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Speelwijk yang akan dipulihkan sesuai dengan nilai sejarahnya.

"Langkah pelestarian ini, merupakan amanah konstitusi Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia," paparnya.

Pemerintah berharap kolaborasi lintas pihak dapat terus memperkuat pelestarian budaya sekaligus menjadikan sejarah bangsa sebagai bagian penting dari identitas Indonesia di mata dunia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka