Campak Masih Bisa Serang Orang Dewasa, Ini Penyebab dan Cara Cegahnya

waktu baca 2 menit

Tangerang (KABARIN) - Banyak yang mengira campak cuma penyakit anak-anak. Padahal, orang dewasa juga masih bisa terinfeksi, bahkan meski dulu sudah pernah vaksin. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital MT Haryono, Erpryta Nurdia Tetrasiwi.

Dalam keterangannya di Tangerang, Kamis, Erpryta menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah kekebalan tubuh dari vaksinasi masa kecil bisa menurun seiring waktu. Saat antibodi turun di bawah batas perlindungan, tubuh jadi lebih rentan terinfeksi lagi.

Selain itu, faktor lain datang dari riwayat vaksinasi yang belum lengkap. Dulu, sebagian orang mungkin hanya menerima satu dosis vaksin, padahal sekarang diketahui bahwa dua dosis vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR) dibutuhkan untuk perlindungan optimal hingga 97 persen.

"Faktor lain yang dapat membuat orang dewasa kembali terkena campak karena virus ini sangat menular. Sebab, campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia. Virus ini dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan. Tanpa perlindungan imun, penularan di tempat kerja atau transportasi umum sangat tinggi," kata Erpryta.

Yang bikin perlu waspada, campak pada orang dewasa bisa jauh lebih serius dibandingkan pada anak-anak. Kalau anak biasanya pulih dalam satu hingga dua minggu, orang dewasa berisiko mengalami komplikasi yang lebih berat.

Virus campak tidak hanya menyebabkan ruam kulit, tapi juga bisa menyerang sistem kekebalan tubuh secara menyeluruh. Dampaknya bisa berujung pada pneumonia berat, radang otak, gangguan jantung, bahkan kebutaan.

Untuk mencegah hal tersebut, vaksinasi MMR tetap jadi langkah utama. Vaksin ini tidak hanya melindungi dari campak, tapi juga gondongan dan rubella.

"Vaksinasi pada usia dewasa berfungsi sebagai pengingat bagi sistem imun. Apalagi, kalau belum pernah menerima vaksin campak di masa kecil, bisa mendapatkan dosis tambahan sesuai anjuran dokter spesialis penyakit dalam," ujarnya.

Khusus buat perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, vaksinasi ini jadi makin penting. Infeksi campak atau rubella saat hamil bisa berisiko serius, mulai dari keguguran, kelahiran prematur, hingga cacat bawaan pada bayi. Idealnya, vaksin MMR dilakukan minimal satu bulan sebelum program hamil dimulai.

Menurut Erpryta, vaksinasi bukan sekadar pencegahan jangka pendek, tapi juga investasi kesehatan ke depan untuk menghindari biaya pengobatan mahal dan risiko komplikasi permanen.

"Selain vaksinasi, menjaga imunitas tubuh dan menghindari kontak dengan individu yang menunjukkan gejala demam dan ruam tetap menjadi protokol tambahan yang penting dilakukan selama masa wabah," kata dia

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka