Terlanjur Konsumsi Siomai Ikan Sapu-sapu? Ini Penjelasan Peneliti BRIN

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Triyanto, mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu yang hidup di perairan tawar Indonesia dapat mengandung logam berat yang berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Ia menjelaskan, dampak negatif dari kandungan logam berat tersebut umumnya baru dirasakan apabila seseorang mengonsumsi daging ikan sapu-sapu dalam jumlah sangat besar, yakni hingga sekitar delapan kilogram per minggu dalam jangka panjang.

"Jadi masyarakat yang sudah terlanjur mengonsumsi atau tidak tahu (pernah) makan siomai yang mengandung daging ikan sapu-sapu, nggak usah khawatir, nggak usah cemas ya," katanya di Jakarta, Kamis.

Meski begitu, Triyanto menegaskan hal ini bukan berarti konsumsi ikan sapu-sapu bisa dianggap aman tanpa batas. Ia mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama terhadap produk olahan ikan yang berpotensi menggunakan bahan tersebut tanpa informasi jelas.

"Yang penting kita lebih peduli. Kita tanya sama penjualnya, 'mohon maaf bang ini dagingnya sehat atau nggak?', begitu ya," ujarnya.

Menurut dia, secara kandungan gizi, ikan sapu-sapu sebenarnya tidak berbeda jauh dengan ikan lain karena mengandung protein, lemak, dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Namun, kebiasaan ikan ini yang memakan berbagai jenis bahan di lingkungan perairan membuatnya rentan menyerap logam berat.

Triyanto menambahkan, logam berat yang masuk ke tubuh ikan tidak mudah dikeluarkan. Zat tersebut akan terserap melalui sistem pencernaan, kemudian terakumulasi di organ seperti hati dan jaringan daging.

"Logam berat ini sifatnya bioakumulasi, dia tidak akan berkurang. Tapi karena sudah dipindah ke air yang bersih, (kandungannya) tidak akan nambah. Nah selama dia terkontrol di air bersih, (logam berat) yang sudah terserap itu tetap di situ," kata Triyanto.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka