MUI Peringatkan Risiko Haji Ilegal dan Pentingnya Kepatuhan

waktu baca 2 menit

...Haji itu harus sepenuhnya berangkat dari keikhlasan

Jakarta (KABARIN) - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berangkat haji secara ilegal tanpa visa resmi, sekaligus menekankan pentingnya niat yang tulus serta kepatuhan terhadap aturan dalam menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

“Haji itu harus sepenuhnya berangkat dari keikhlasan. Orang haji itu ada tiga model. Ada haji karena gaya-gayaan ria, itu tentu hajinya tidak mendapat apa-apa, kecuali gaya-gaya atau hanya sekedar wisata” ujar Cholil Nafis di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa motivasi orang dalam berhaji bisa beragam, mulai dari sekadar ingin terlihat atau pamer hingga benar-benar didorong oleh tujuan ibadah.

Namun, menurutnya, hanya haji yang dilandasi keikhlasan karena Allah yang memiliki nilai spiritual dan berpeluang meraih haji mabrur.

Selain soal niat, Cholil juga menegaskan pentingnya mematuhi ketentuan yang berlaku, baik yang ditetapkan pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi.

“Pemerintah Indonesia melarang orang berangkat haji tanpa visa resmi. Pemerintah Arab Saudi ketat sekali. Tahun lalu saya berangkat haji itu dijaga,” kata Kiai Cholil.

Ia mengisahkan pengalamannya saat berhaji, di mana akses menuju Masjidil Haram serta rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) diawasi ketat melalui sistem perizinan.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak nekat berangkat tanpa jalur resmi.

“Jangan nekat. Ikuti ketentuannya agar pelaksanaan hajinya sah dan bisa mabrur,” ujarnya.

Cholil juga mendorong pemerintah memperkuat pengawasan terhadap praktik haji ilegal, mengingat pada tahun sebelumnya terdapat kasus warga negara Indonesia yang meninggal dunia akibat upaya menghindari petugas di Arab Saudi.

Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian dari ajaran Islam, termasuk dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Peristiwa itu tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga mencoreng nama baik bangsa Indonesia karena tidak mematuhi aturan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran haji tanpa antre yang banyak beredar, terutama di media sosial.

“Jangan mudah terpengaruh dengan iklan-iklan yang mengajak naik haji tanpa antre. Karena sejatinya tidak ada skema naik haji tanpa antre,” ujar Wamenhaj Dahnil.

Ia menegaskan bahwa seluruh keberangkatan haji resmi wajib melalui sistem antrean, sehingga setiap tawaran yang menjanjikan keberangkatan tanpa antre dipastikan tidak menggunakan visa haji yang sah.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka