Oto

Mengintip Spesifikasi Leapmotor B10 yang Miliki Roda Belakang Lebih Tebal

waktu baca 5 menit

Hangzhou, Zhejiang (KABARIN) - Di tengah persaingan kendaraan listrik global yang semakin ketat, Leapmotor memperkenalkan salah satu model terbarunya, Leapmotor B10, sebagai upaya memperluas pasar sekaligus menegaskan identitasnya sebagai produsen mobil listrik berbasis teknologi.

Unit ini tidak hanya mengedepankan efisiensi energi, tetapi juga memadukan desain, kenyamanan, dan fitur keselamatan dalam satu paket yang ditujukan untuk segmen SUV kompak.

Salah satu aspek yang langsung menarik perhatian adalah konfigurasi roda yang tidak biasa. B10 menggunakan ukuran ban depan dan belakang yang berbeda, sebuah pendekatan yang umumnya ditemukan pada kendaraan performa tinggi.

Ban depan berukuran 225/50 R18, sementara ban belakang sedikit lebih lebar, yakni 235/50 R18. Perbedaan ini bukan sekadar estetika, melainkan dirancang untuk meningkatkan stabilitas berkendara, terutama saat mobil melakukan manuver tajam.

Penggunaan ban radial tubeless turut mendukung performa tersebut. Dengan tenaga yang mencapai 218 horsepower, distribusi daya ke permukaan jalan menjadi lebih optimal. Hasilnya, kendaraan mampu meminimalkan gejala selip saat menikung, sekaligus menjaga traksi tetap stabil.

Ban belakang yang lebih lebar berperan penting dalam menjaga daya cengkeram, sementara distribusi bobot—terutama dari baterai—dibantu oleh perbedaan ketebalan ban agar tetap seimbang.

Dari sisi desain, B10 mengusung pendekatan minimalis yang bersih. Bagian depan dilengkapi lampu Daytime Running Light (DRL) LED yang membentang horizontal, memberikan kesan modern sekaligus futuristik.

Lampu utama ditempatkan terpisah di bagian bawah bumper, menciptakan tampilan yang tegas namun tetap elegan. Desain bodi dan roda dirancang untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika, membantu kendaraan membelah angin dengan lebih halus.

Detail lain yang mencerminkan pendekatan futuristik terlihat pada gagang pintu model flush yang sejajar dengan bodi. Mekanisme buka-tutupnya mengandalkan sistem tekan seperti tombol. Meski memberikan tampilan yang menyatu dan bersih, desain ini memerlukan adaptasi bagi pengguna karena tidak langsung intuitif saat pertama kali digunakan.

Secara dimensi, B10 memiliki panjang 4.515 milimeter, lebar 1.885 milimeter, dan jarak sumbu roda 2.735 milimeter. Dengan ground clearance 170 milimeter, kendaraan ini masuk dalam kategori compact SUV. Namun, ukurannya yang mendekati 4,7 meter membuatnya juga berpotensi bersaing dengan SUV kelas menengah, termasuk model seperti Leapmotor C10.

Unit yang ditampilkan di kantor pusat Leapmotor di Zhejiang hadir dalam balutan warna Dawn Purple Lavender, sebuah pilihan yang tidak lazim namun mencuri perhatian.

ANTARA dan sejumlah pengulas otomotif Indonesia yang hadir dalam kunjungan tersebut rata-rata sepakat bahwa warna ini memberikan kesan elegan sekaligus berbeda dari warna SUV pada umumnya. Hingga kini, belum ada kepastian apakah opsi warna tersebut akan tersedia untuk pasar Indonesia.

Dari sisi performa, varian tertinggi B10 dibekali baterai berkapasitas 67,1 kWh. Berdasarkan standar pengujian New European Driving Cycle (NEDC), kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 516 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Untuk pengisian daya, sistem fast charging berbasis arus searah (DC) mendukung daya hingga 168 kW, yang memungkinkan pengisian dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.

Teknologi konstruksi menjadi salah satu keunggulan utama. B10 mengadopsi arsitektur Cell-to-Chassis (C2C), di mana baterai menjadi bagian terintegrasi dari struktur rangka kendaraan. Pendekatan ini meningkatkan kekakuan bodi sekaligus mengoptimalkan ruang kabin.

Tanpa kotak baterai konvensional, lantai kendaraan dapat dibuat lebih tipis, memberikan ruang interior yang lebih lega. Selain itu, struktur ini juga meningkatkan stabilitas saat berkendara pada kecepatan tinggi serta memberikan perlindungan tambahan bagi penumpang.

Masuk ke dalam kabin, B10 menawarkan pengalaman berkendara berbasis teknologi digital. Sistem kokpit pintar ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 8155 berarsitektur tujuh nanometer (7nm).

Pengemudi dan penumpang dapat mengakses berbagai fitur melalui layar sentuh utama berukuran 14,6 inci, sementara panel instrumen digital berukuran 8,8 inci menyajikan informasi kendaraan secara real-time.Interior dirancang untuk memberikan kesan lapang dan nyaman.

Atap panoramic glass roof memperkuat nuansa terbuka, sementara ruang kepala dan kaki tetap lega bahkan untuk penumpang dengan tinggi hingga 180 sentimeter. Jok berbahan kulit sintetis berongga memberikan kenyamanan tambahan, dilengkapi sandaran kepala dengan bantalan ekstra untuk perjalanan jarak jauh.

Fleksibilitas ruang juga menjadi nilai jual. Kapasitas bagasi mencapai 430 liter dalam kondisi normal, dan dapat diperluas hingga 1.700 liter dengan melipat kursi baris kedua. Fitur power backdoor memudahkan akses keluar-masuk barang, terutama saat pengguna membawa banyak bawaan.

Dari sisi keselamatan, B10 dibekali sistem Leap 3.5 yang mencakup 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Fitur tersebut meliputi Adaptive Cruise Control, Autonomous Emergency Braking, Lane Keep Assist, hingga Blind Spot Detection. Pabrikan menargetkan perolehan peringkat bintang lima dalam pengujian keselamatan Euro NCAP.

Secara global, Leapmotor telah mengirimkan lebih dari 1,2 juta unit kendaraan. Perusahaan ini juga menjalin kemitraan strategis dengan Stellantis, grup otomotif yang menaungi berbagai merek besar seperti Jeep, Citroën, dan Peugeot. Di Indonesia, Stellantis bekerja sama dengan PT Indomobil National Distributor untuk rencana perakitan lokal dalam skema completely knocked down (CKD).

Kehadiran B10 di pasar Indonesia dijadwalkan melalui ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026 di Tangerang. Dengan kombinasi desain futuristik, teknologi mutakhir, dan efisiensi energi, model ini berpotensi menjadi salah satu pemain penting di segmen SUV listrik nasional.

Namun, satu pertanyaan yang masih menggantung adalah soal harga. Dengan fitur dan spesifikasi yang ditawarkan, B10 berpeluang mengisi celah antara SUV listrik entry-level dan premium.

Jawaban atas pertanyaan ini kemungkinan akan menjadi penentu utama sejauh mana kendaraan ini dapat diterima oleh pasar Indonesia yang semakin kompetitif.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka