Rupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, Tekanan Dipicu Ketegangan Timur Tengah

waktu baca 1 menit

Pelemahan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan data PDB Q1 (Produk Domestik Bruto Kuartal I-2026) Indonesia yang akan dirilis siang ini

Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa pagi melemah tipis sebesar 11 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.405 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp17.394.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar AS.

“Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat, merespons eskalasi di Timteng,” ujar Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Sentimen pasar global turut dipengaruhi oleh sejumlah laporan mengenai situasi keamanan di kawasan Teluk. Di antaranya kabar serangan terhadap wilayah Uni Emirat Arab (UEA) yang disebut melibatkan Iran, meski pihak Teheran membantah tuduhan tersebut.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga disebut meningkatkan operasi di kawasan Selat Hormuz melalui “Project Freedom” yang melibatkan kekuatan militer besar untuk mengamankan jalur pelayaran strategis.

Lukman menambahkan, pasar juga masih menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal I-2026 yang akan menjadi faktor tambahan arah pergerakan rupiah.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.350 hingga Rp17.450 per dolar AS dalam jangka pendek, dengan potensi pelemahan yang masih terbatas tergantung perkembangan sentimen global.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka