Kalau kunjungan yang mendominasi tetap dari Benua Asia seperti dari Malaysia, Tiongkok dan Singapura
Makassar (KABARIN) - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke wilayah Provinsi Sulawesi Selatan pada awal tahun 2026, tepatnya bulan Januari hingga Maret, mencapai 5.269 orang kunjungan yang didominasi oleh turis asal Malaysia dan Tiongkok.
Kepala BPS Sulawesi Selatan Aryanto di Makassar, Selasa, mengatakan wisatawan mancanegara yang mengunjungi Sulawesi Selatan selama tiga bulan itu tersebar dari berbagai benua yang didominasi oleh Asia Tenggara.
"Kalau kunjungan yang mendominasi tetap dari Benua Asia seperti dari Malaysia, Tiongkok dan Singapura. Kemudian yang dari Eropa itu banyak dari Prancis, Belanda, Jerman dan lainnya," ujarnya.
Untuk kunjungan wisatawan yang datang melalui pintu kedatangan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Februari 2026 sebanyak 1.410 orang yang kemudian meningkat menjadi 2.344 pada Maret 2026.
Adapun wisatawan mancanegara asal Malaysia yang datang pada Maret ini sebanyak 1.344 kunjungan, Tiongkok (227 kunjungan), Singapura (34 kunjungan), dan Jepang dengan 17 kunjungan.
Kemudian dari benua Eropa, mulai dari Jerman sebanyak 48 kunjungan, Prancis (34 kunjungan), Belanda (16 kunjungan), Swiss (20 kunjungan), Italia (11 kunjungan), Inggris (10 kunjungan), dan Spanyol sebanyak 8 kunjungan.
Aryanto mengatakan jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2025, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Sulawesi Selatan meningkat 80,31 persen atau hanya 1.300 kunjungan.
Sementara itu, angka perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang masuk melalui pintu kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin pada Februari 2026 tercatat sebanyak 9.804 perjalanan.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 20,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya, Februari 2026, yang mencapai 12.396 perjalanan.
"Penurunan tersebut mencerminkan adanya perlambatan arus pergerakan wisatawan domestik melalui salah satu pintu masuk utama di Sulawesi Selatan," terangnya.
Meski demikian, lanjut Arianto, mobilitas wisnas masih menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, menandakan sektor perjalanan dan pariwisata tetap berjalan stabil di tengah dinamika yang terjadi.
Menurut dia, perubahan jumlah perjalanan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola musiman, kondisi ekonomi, hingga jadwal libur nasional yang berbeda antara bulan Januari dan Februari.
"Pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata diharapkan terus mendorong berbagai strategi untuk menjaga tren kunjungan wisatawan tetap positif pada bulan-bulan berikutnya," ucapnya.
Sumber: ANTARA