Moskow (KABARIN) - World Health Organization (WHO) menilai risiko penyebaran virus Hantavirus yang ditemukan pada penumpang kapal MV Hondius di Samudra Atlantik masih tergolong rendah.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan melalui platform X bahwa pada tahap saat ini, dampak kesehatan masyarakat dari kasus tersebut belum menunjukkan tingkat ancaman yang tinggi.
“Pada tahap ini, risiko kesehatan masyarakat (terkait hantavirus) relatif rendah,” kata Tedros.
Sebelumnya, WHO melaporkan bahwa strain Hantavirus Andes terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius. Temuan ini telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium di Afrika Selatan dan Swiss.
Total delapan kasus infeksi telah teridentifikasi, termasuk satu kasus tambahan di Swiss, dengan tiga di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Spanyol memutuskan untuk mengizinkan kapal tersebut bersandar di Kepulauan Canary berdasarkan prinsip kemanusiaan dan hukum internasional. Setibanya di sana, seluruh penumpang dan awak kapal akan menjalani pemeriksaan medis ketat serta isolasi terkontrol untuk mencegah kontak dengan masyarakat lokal.
Langkah penanganan ini dilakukan sesuai protokol terpadu yang disusun WHO bersama European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), guna memastikan keamanan publik dan pengendalian penyebaran penyakit.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang ditularkan melalui hewan pengerat. Penularan terjadi terutama melalui kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan yang terinfeksi, dan dalam kasus tertentu melalui gigitan.
Gejala awalnya mirip flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan diare. Pada kasus berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius akibat penumpukan cairan di paru-paru.
Sumber: SPU