Jakarta (KABARIN) - Wakil Ketua Umum I Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Taufik Hidayat membuka kemungkinan adanya pergantian pelatih setelah hasil kurang memuaskan tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2026.
"Sangat mungkin (adanya perubahan pelatih), kenapa tidak. Apakah ada perubahan di sektor tunggal, bisa saja. Promosi degradasi (atlet-red) bisa kapan saja dan begitu juga dengan pelatih," kata Taufik dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat.
Menurut Taufik, dunia olahraga dituntut menghasilkan prestasi sehingga evaluasi besar bisa dilakukan kapan saja, termasuk terhadap jajaran pelatih dan tim pendukung.
"Kalau tidak perform buat apa dipertahankan. Olahraga tidak bisa menunggu-nunggu. Tidak hanya pelatih teknik tapi juga tim pendukung yang kalau tidak maksimal, kami cari lagi yang baru," ujarnya.
Hasil Indonesia di Piala Thomas 2026 memang menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya tim Merah Putih gagal lolos ke fase gugur. Indonesia harus terhenti di fase grup setelah kalah bersaing dengan Thailand dan Prancis.
Catatan tersebut dianggap mencoreng sejarah panjang Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara paling sukses di ajang Piala Thomas.
Sementara itu, tim Uber Indonesia juga belum berhasil meraih gelar setelah langkah mereka dihentikan Korea Selatan di babak semifinal.
Atas hasil tersebut, PBSI menyatakan bertanggung jawab dan meminta para penggemar bulu tangkis Indonesia tidak meluapkan kekecewaan kepada para pemain.
Sumber: ANTARA