Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Soal Melanggar Gencatan Senjata

waktu baca 2 menit

Moskow/Kiev (KABARIN) - Rusia dan Ukraina kembali saling tuding soal pelanggaran gencatan senjata tiga hari yang sebelumnya sudah disepakati kedua pihak. Padahal, kesepakatan itu dibuat bertepatan dengan perayaan Hari Kemenangan atau Victory Day yang berlangsung hingga Senin (11/5).

Kementerian Pertahanan Rusia pada Minggu menyebut pasukan Ukraina telah melakukan 16.071 pelanggaran terhadap aturan gencatan senjata hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Menurut pihak Rusia, pelanggaran tersebut membuat pasukan mereka melakukan serangan balasan ke sejumlah target militer Ukraina, termasuk sistem roket peluncur ganda, artileri, posisi mortir, pos komando, hingga lokasi peluncuran drone.

Sebelumnya pada Sabtu (9/5), Rusia juga mengklaim sudah mencatat sebanyak 8.970 pelanggaran gencatan senjata di berbagai wilayah konflik.

Di sisi lain, pihak Ukraina juga menuduh Rusia tetap melancarkan serangan selama masa gencatan senjata berlangsung.

Otoritas Ukraina mengungkapkan sedikitnya satu orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Rusia di sejumlah wilayah Ukraina pada Minggu.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dalam pernyataannya mengatakan pasukan Rusia menyerang posisi militer Ukraina sebanyak 60 kali pada hari yang sama.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski kedua negara sudah menyepakati penghentian sementara konflik, ketegangan di lapangan masih terus berlangsung dan kedua pihak tetap saling melontarkan tuduhan pelanggaran.

Sebelumnya, Rusia dan Ukraina sepakat memberlakukan gencatan senjata selama tiga hari mulai Sabtu hingga Senin (11/5) dalam rangka peringatan Victory Day.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka