Jalan Panjang Persipura di Liga 2

waktu baca 5 menit

Jayapura (KABARIN) - Nasib tragis kembali menghantui klub legendaris dari Tanah Papua, Persipura Jayapura, yang gagal kembali ke Super League setelah kalah dari Adhyaksa FC dengan skor 0-1 di Liga 2.

Pertandingan itu berlangsung Jumat (8/5) di Stadion Lukas Enembe yang berlokasi di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, dan disaksikan 35.335 penonton yang memadati stadion termegah di wilayah timur Indonesia, yang berjarak sekitar 35 kilometer dari kota Jayapura.

Puluhan ribu penonton yang merupakan pendukung Persipura itu rela masuk stadion dan menunggu tim kesayangannya sejak pukul 12.00 WIT. Padahal pertandingan yang dipimpin wasit Asker Nadjafaliev asal Uzbekistan itu baru bertanding pukul 17.00 WIT. Mereka berharap tim yang dijuluki Mutiara Hitam itu menang dan lolos ke Super League.

Akan tetapi harapan itu punah setelah Adhyaksa FC melalui pemainnya Adilson Silva berhasil membobol gawang Persipura yang dijaga Adzib Al Hakim Arsyad di menit 46 babak pertama.

Hingga peluit panjang dibunyikan wasit sebagai tanda berakhirnya pertandingan, pemain Persipura yang dilatih Rahmad Darmawan tidak berhasil membobol gawang Adhyaksa yang dijaga Jefri Wibowo Suliarno.

Selain kalah, Persipura juga harus menyaksikan para pendukungnya marah tak terkendali dan melakukan aksi anarkis dari dalam lapangan dan meluas dengan mengakibatkan 67 rusak dan dibakar. Sejumlah kendaraanhilang.

Akibat kerusuhan setelah kekalahan Persipura itu, ada 11 orang terluka, 10 di antaranya anggota Polri, termasuk Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Helan.

Penantian panjang

Persipura yang didirikan pada 1 Mei 1963 dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat di Tanah Papua itu merupakan salah satu tim sepak bola di Indonesia yang tetap eksis berlaga.

Tim yang bermarkas di Kota Jayapura itu tercatat empat kali menjuarai Liga Utama Indonesia, yakni tahun 2005, 2008/2009, 2010/2011, dan 2013.

Namun sejak 31 Maret 2022, Persipura terdegradasi ke Liga 2 setelah kalah dari Barito Putera.

Perjalanan Persipura yang berada di bawah naungan PT Persipura Papua yang diketuai Benhur Tommy Mano untuk keluar dari di Liga 2 dan kembali bermain di Super League Indonesia tentu saja masih panjang setelah kekalahan dari Adhyaksa FC

Untuk bermain di kasta tertinggi sepakbola Indonesia bersama kesebelasan lainnya yang saat ini masih bertahan di posisi itu, Mutiara Hitam, tentu saja, harus segera berbenah sebelum bergulirnya Liga 2 atau Pegadaian Championship musim mendatang.

"Kami sangat menyayangkan gagalnya Persipura memanfaatkan momentum untuk promosi ke Super League karena kalah di markas sendiri di babak play-off lawan Adhyaksa," kata Zeo Aelfar, wartawan lokal yang setia mengikuti perkembangan Persipura, seraya berharap tim tidak larut dalam kekecewaan.

"Masih ada kesempatan lain bagi tim Persipura untuk melaju lebih jauh. Dan kami mengapresiasi perjuangan para pemain serta manajemen, hanya saja hasil belum berpihak ke kita," kata dia.

Semoga kegagalan ini menjadikan momentum bagi Persipura untuk berbenah agar lebih baik lagi di tahun depan agar bisa lebih kuat dan melaju mulus sepanjang Liga 2 dan merebut merebut tiket promosi.

Persiapan yang dilakukan sejak awal harus dilakukan termasuk mendatangkan pemain asing yang benar-benar sesuai kebutuhan tim dan bisa diandalkan untuk membawa perubahan dalam permainan Persipura.

Manager Persipura Owen Rahadiyan mengaku akan segera melakukan pembenahan di tim kebanggaan masyarakat di Tanah Papua itu dengan terlebih dahulu mereformasi ke seluruh tim termasuk pemain dan official.

“Persipura ini bukan tim kecil karena banyak sejarah, banyak legenda, banyak tokoh kuat di dalam tim ini. Untuk menggerakkan dan membangun Persipura juga tidak gampang,” kata Owen Rahadiyan.

Menurut dia, pembenahan juga akan dilakukan sebelum pelaksanaan liga sehingga target lolos ke Super League dapat terwujud. Dia menjanjikan akan mengumumkan formasi baru pada bulan Juni.

Regenerasi pemain

Mantan pemain Persipura Jayapura Fernando Fairyo berharap para pemain terus berjuang agar Persipura bisa kembali bercokol di Liga Utama Indonesia atau Super League.

Persipura juga harus lebih mempersiapkan pemainnya dan melakukan regenerasi mengingat saat ini beberapa pemain usianya sudah di atas 30 tahun sehingga diharapkan sebelum mengantungkan sepatunya mereka bersama rekan-rekannya bisa membawa Persipura lolos ke Liga Utama .

"Mudah-mudahan di musim pertandingan 2027/2028, Persipura lebih siap sehingga harapan kembali ke Super League dapat menjadi kenyataan," harap Nando yang kapten pertama Persipura di era profesional (Ligina I 1994/1995) dan membawa Persipura promosi ke kasta tertinggi pada 1993.

Dia berharap manajemen solid dalam mempersiapkan setiap langkah sistemik dengan didukung kekuatan finansial seperti pemberian bonus besar untuk memacu adrenalin pemain mengejar target untuk lolos.

"Mari kita berdoa dan mendukung tim kebanggaan Persipura agar menang dan memetik poin penuh sehingga lolos ke Super League," kata Fernando Fairyo.

Sebaliknya Zeo Aelfar yang mengaku pendukung setia Persipura berharap di musim Pegadaian Championshop mendatang Persipura lebih solid, tetap mempertahankan pemain yang ada termasuk yang senior.

Pemain senior harus tetap dilibatkan dalam tim untuk menjadi mentor dan memberikan motivasi kepada pemain muda karena semangat mereka dan pengalamannya sangat dibutuhkan untuk mengangkat mental pemain muda.

"Kami tidak bisa membayangkan kalau regenerasi itu mendadak dan pemain tidak siap untuk menghadapi tekanan karena semua membutuhkan proses," kata Zeo Aelfar yang mengaku selalu hadir di setiap pertandingan yang dilaksanakan di Jayapura.

Tim Persipura saat ini secara resmi dibubarkan dan menunggu pembentukan tim baru yang akan dimulai bulan Juni.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka