OpenAI Rilis Daybreak, AI Keamanan Siber Buat Lawan Hacker

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - OpenAI telah meluncurkan inisiatif keamanan siber Daybreak yang dirancang untuk membantu perusahaan mendeteksi, menganalisis, dan memperbaiki kerentanan perangkat lunak dengan bantuan kecerdasan buatan.

Menurut siaran Engadget pada Senin (11/5), Daybreak dikembangkan berdasarkan premis bahwa pertahanan siber harus dibangun ke dalam perangkat lunak sejak awal dan tidak hanya berfokus pada menemukan dan memperbaiki kerentanan.

Daybreak menurut perusahaan dihadirkan untuk memprioritaskan penanganan masalah berdampak tinggi dan mengurangi waktu analisis berjam-jam menjadi beberapa menit guna menghasilkan dan menguji tambalan dalam repositori serta mengirimkan kembali hasil dengan bukti siap audit ke sistem klien.

OpenAI menyampaikan bahwa Daybreak menggunakan model-model kecerdasan buatan milik perusahaan, termasuk agen khusus Codex Security yang bisa digunakan untuk memindai basis kode, memvalidasi temuan berisiko tertinggi, dan memperbaikinya.

Daybreak akan mengandalkan model AI GPT-5.5 untuk keperluan umum dan GPT-5.5 with Trusted Access for Cyber untuk sebagian besar alur kerja keamanan defensif seperti peninjauan kode secara aman, analisis malware, validasi tambalan, dan rekayasa deteksi ancaman.

Sementara itu, model GPT-5.5-Cyber disiapkan untuk kebutuhan yang lebih khusus seperti simulasi serangan siber, pengujian penetrasi, dan validasi sistem keamanan secara terkontrol.

OpenAI bekerja sama dengan perusahaan teknologi dan keamanan siber seperti​​​​​​​ Cloudflare, Cisco, CrowdStrike, Palo Alto Networks, Oracle, dan Akamai dalam pengembangan Daybreak.

Inisiatif Daybreak disebut sebagai pesaing Project Glasswing milik Anthropic, layanan keamanan siber dengan dukungan model kecerdasan buatan Claude Mythos Preview.

Sumber: Engadget

Bagikan

Mungkin Kamu Suka