Nvidia Investasikan Rp696 Triliun untuk AI di Awal 2026

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Raksasa teknologi Nvidia dikabarkan makin agresif memperluas pengaruhnya di industri kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Sepanjang awal 2026, perusahaan tersebut disebut telah menggelontorkan investasi hingga 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp696 triliun untuk berbagai kesepakatan bisnis terkait AI.

Dilaporkan TechCrunch pada Minggu (10/5) waktu setempat, Nvidia terus memperkuat posisinya bukan hanya sebagai perusahaan chip AI terbesar di dunia, tetapi juga sebagai investor utama dalam pengembangan ekosistem AI global.

Laporan mengenai besarnya nilai investasi Nvidia pertama kali diungkap oleh CNBC. Dalam laporan itu disebutkan bahwa sebagian besar dana investasi Nvidia dialokasikan untuk OpenAI.

Nilai investasi Nvidia ke OpenAI bahkan mencapai 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp522 triliun. Angka tersebut menjadi salah satu investasi terbesar Nvidia sejauh ini di sektor AI.

Namun, Nvidia tidak hanya fokus pada perusahaan AI. Mereka juga mulai masuk ke sektor pendukung infrastruktur teknologi lainnya. Salah satu langkah terbaru adalah rencana investasi hingga 3,2 miliar dolar AS di perusahaan produsen kaca Corning dan investasi hingga 2,1 miliar dolar AS di operator pusat data IREN.

Langkah agresif Nvidia di bidang AI sebenarnya sudah terlihat sejak tahun lalu. Pada 2025, perusahaan yang dipimpin Jensen Huang itu tercatat telah membuat 67 kesepakatan usaha terkait AI.

Sementara pada 2026 ini, berdasarkan data FactSet, Nvidia sudah ikut terlibat dalam sekitar dua lusin putaran pendanaan startup swasta.

Meski begitu, strategi investasi Nvidia juga menuai kritik. Sebab, beberapa perusahaan yang menerima investasi ternyata merupakan pelanggan Nvidia sendiri. Hal itu memunculkan anggapan bahwa terjadi “investasi sirkular”, yakni perputaran dana di antara perusahaan-perusahaan yang saling terhubung.

Analis Wedbush Securities Matthew Bryson bahkan menyebut investasi Nvidia “tepatnya masuk ke dalam tema investasi sirkular”.

Walau mendapat kritik, strategi tersebut dinilai tetap bisa menguntungkan jika berhasil dijalankan. Dengan membangun jaringan investasi yang kuat di industri AI, Nvidia berpotensi menciptakan ekosistem bisnis yang saling mendukung dan kompetitif dalam jangka panjang.

Sumber: Techcrunch

Bagikan

Mungkin Kamu Suka