Moskow (KABARIN) - China kembali bikin gebrakan di dunia antariksa. Kali ini, negara tersebut meluncurkan eksperimen unik untuk meneliti kemungkinan manusia bisa bertahan hidup dalam jangka panjang di luar angkasa dengan menggunakan model embrio buatan berbasis sel punca manusia.
Menurut laporan Xinhua pada Rabu (13/5), eksperimen ini menjadi yang pertama di dunia karena menggunakan embrio buatan langsung di luar angkasa.
Proyek tersebut dilakukan oleh Pusat Teknologi dan Rekayasa untuk Pemanfaatan Luar Angkasa Akademi Ilmu Pengetahuan China. Sampel eksperimen dikirim memakai pesawat kargo Tianzhou-10 dan ditempatkan di modul eksperimen stasiun luar angkasa China.
Model embrio yang digunakan bukanlah embrio manusia sungguhan, melainkan struktur yang dibuat dari sel punca dan dirancang menyerupai tahap awal perkembangan embrio alami.
Pemimpin proyek eksperimen tersebut, Yu Leqian, mengatakan percobaan awal berjalan lancar.
"Eksperimen berjalan dengan sangat baik," kata Yu.
Ia menjelaskan penelitian ini bertujuan mencari jawaban soal bagaimana manusia bisa bertahan hidup dan bereproduksi jika suatu saat tinggal lama di luar angkasa.
"Ini bukan embrio manusia nyata dan tak memiliki kemampuan berkembang menjadi individu. Namun, model ini bisa dipakai untuk mempelajari perkembangan awal manusia," ujarnya.
Eksperimen ini direncanakan berlangsung selama lima hari. Setelah selesai, sampel akan dibekukan lalu dikirim kembali ke Bumi untuk dibandingkan dengan penelitian serupa yang dilakukan di laboratorium darat.
Sebelumnya, pada Senin lalu, Kantor Program Penerbangan Antariksa Berawak China mengumumkan peluncuran Tianzhou-10 menuju stasiun ruang angkasa orbital Tiangong.
Eksperimen ini menjadi salah satu langkah terbaru China dalam mengembangkan riset antariksa jangka panjang, terutama terkait kemungkinan kehidupan manusia di luar Bumi pada masa depan.
Sumber: SPU