Pemkot Jaktim Siapkan Pendampingan UMKM Jakpreneur 2026

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) berkomitmen mendukung keberlanjutan usaha para pelaku Jakpreneur melalui program pendampingan pascapelatihan ekonomi kreatif tahun 2026.

"Selepas pelatihan ini, saya berharap terus terbentuk komunikasi yang baik di antara peserta, narasumber, dan pihak-pihak lain yang bisa membantu memajukan Jakpreneur, nanti akan ada program pendampingan," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat pembukaan kegiatan bimbingan teknis pengembangan ekonomi kreatif tahun 2026 di Jakarta Timur, Selasa.

Menurut dia, keberhasilan program pelatihan itu tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan tersebut, tetapi juga dari sejauh mana peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengembangan usaha mereka.

Dia menjelaskan, pelaku usaha binaan Jakpreneur masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar dapat berkembang secara konsisten.

Oleh karena itu, Pemkot Jakarta Timur berupaya membangun kolaborasi antara peserta, pemerintah, serta pihak eksternal yang dapat mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam bimtek tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengembangan usaha, mulai dari strategi pemasaran, pengemasan produk, akses permodalan, hingga pengelolaan keuangan usaha.

Munjirin menyebutkan pelatihan teitursebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan.

"Teman-teman Jakpreneur pasti punya kendala dan keinginan untuk terus berkembang. Karena itu, mereka perlu mendapatkan bimbingan," ujar Munjirin.

Selain itu, Pemkot Jakarta Timur juga mulai mengembangkan sistem digitalisasi untuk memperkuat ekosistem UMKM di wilayah setempat. Digitalisasi ini dinilai menjadi salah satu solusi dalam memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha.

Munjirin pun berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kualitas usaha mereka sehingga mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

"Harapannya, Jakpreneur Jakarta Timur bisa semakin maju, berkembang, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," ucap Munjirin.

Kegiatan tersebut mengusung tema "Penguatan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif melalui Pengembangan Produk, Digitalisasi Pemasaran dan Pelaporan Kinerja Keuangan".

Tema itu dipilih untuk menjawab tantangan pelaku usaha kreatif di era digital yang membutuhkan kemampuan pengembangan produk, pemasaran berbasis teknologi, serta pengelolaan keuangan usaha yang baik.

Peserta kegiatan itu terdiri dari anggota Jakpreneur, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat Jakarta Timur dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. Mereka merupakan peserta yang baru memulai usaha maupun yang telah memiliki usaha, tetapi belum pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya.

Setiap peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya. Materi pertama mengenai kewirausahaan, pengembangan produk, dan branding, kemudian materi kedua terkait pemasaran dan penjualan produk melalui media sosial serta marketplace, sementara materi terakhir tentang permodalan dan pelaporan keuangan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka