Jakarta (KABARIN) - Persija Jakarta resmi memasuki era baru dengan menggunakan bus listrik untuk musim 2026/2027. Bus berlabel Legacy SR3 Neo Panorama tersebut menjadikan Macan Kemayoran sebagai klub Indonesia pertama yang memakai armada listrik sebagai kendaraan resmi tim.
Peluncuran bus dilakukan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Rabu, ditandai serah terima antara PT Persija Jaya Jakarta, PT Samudra Teknindo Hydraumatic, dan Hyundai Motor Company.
“Ini merupakan salah satu komitmen Persija untuk meng-upgrade semua hal yang kami miliki. Jadi tidak hanya dari sisi manajemen dan teknis di lapangan, tetapi juga secara fasilitas. Itu termasuk bus ini yang akan menemani Persija dalam berjuang mengarungi musim depan di tahun 2026/2027,” kata Direktur Olahraga Persija Bambang Pamungkas dalam peluncuran tersebut.
Bambang menjelaskan, kehadiran bus listrik bukan hanya soal teknologi baru, tetapi juga bentuk komitmen klub terhadap lingkungan yang lebih bersih, tenang, dan efisien dalam penggunaan energi.
Bus ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Sasisnya menggunakan Hyundai Elec City yang telah beroperasi secara global, dengan konfigurasi setir kanan khusus untuk pasar Indonesia.
Samudra Teknindo Hydraumatik bertindak sebagai distributor resmi, sementara PT Laksana Bus Manufaktur merakit bodi bus di fasilitasnya di Ungaran, Jawa Tengah.
Secara desain, bus ini mengusung kaca panoramik lebar, kabin lapang, serta baterai yang ditempatkan di bagian atap. Bus listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer.
Dengan panjang sekitar 12 meter, bus tersebut memiliki 38 kursi yang dirancang untuk kenyamanan pemain sebelum dan sesudah pertandingan. Desainnya didominasi warna merah khas Persija dengan logo klub yang terpampang di sisi kendaraan.
“Segala kenyamanan yang dihadirkan oleh bus ini, dapat membuat pemain Persija lebih rileks, lebih fokus untuk bisa menjalani pertarungan demi pertarungan musim depan,” ujar Bambang.
Pemain Persija Paulo Ricardo turut mengapresiasi kenyamanan bus baru tersebut, terutama untuk postur tubuhnya yang tinggi.
“Ya, tentu saja. Saya punya kaki panjang, jadi saya bisa meluruskan kaki dengan mudah di sana. Jadi memang sangat nyaman,” kata Ricardo.
Sumber: ANTARA