Gianni Infantino Tegaskan Tak Ada Intervensi dalam Polemik Balogun

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden FIFA Gianni Infantino angkat bicara terkait polemik penangguhan hukuman penyerang Amerika Serikat (AS) Folarin Balogun.

Ia menegaskan keputusan yang membuat Balogun tetap bisa tampil melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 sepenuhnya merupakan kewenangan badan yudisial FIFA yang independen.

"Badan yudisial FIFA bekerja secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun. Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," ujar Infantino yang dilansir dari FIFA Media pada Selasa.

Infantino mengatakan dasar yang digunakan setiap kali memutuskan sebuah kasus adalah Kode Disiplin FIFA, regulasi yang berlaku, serta fakta-fakta dalam kasus yang ditangani.

Ia juga mengakui menerima panggilan telepon dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kasus Balogun. Namun, ia membantah adanya intervensi dalam proses pengambilan keputusan.

"Saya memang menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya juga menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintah, dan para pemangku kepentingan sepak bola dari berbagai belahan dunia," tutur Infantino.

Ia menjelaskan kepada Trump bahwa kasus Balogun sedang diproses oleh badan yudisial FIFA yang independen dan keputusan akan diambil sesuai mekanisme yang berlaku.

"Begitulah sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya junjung tinggi," tegasnya.

Sebelumnya, keputusan Komite Disiplin FIFA menangguhkan hukuman satu pertandingan Balogun memicu protes dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA).

FIFA kemudian menolak gugatan RBFA dengan alasan federasi tersebut tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan banding atas perkara disiplin tersebut.

Infantino mengakui dirinya tidak selalu sepakat dengan setiap putusan Komite Disiplin FIFA. Meski demikian, ia menegaskan tetap menghormati seluruh keputusan yang diambil.

"Terkadang saya setuju, terkadang saya tidak setuju. Namun, saya selalu menghormati keputusan tersebut dan otonomi badan yang membuatnya," kata Infantino.

Menurutnya, penghormatan terhadap independensi lembaga dan supremasi hukum merupakan fondasi utama untuk menjaga integritas kompetisi serta kredibilitas FIFA.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka