Purbaya hingga Menteri Perindustrian Dipanggil Presiden Prabowo

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto kembali memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pejabat ekonomi ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis. Salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai BUMN khusus ekspor.

Beberapa pejabat yang hadir di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Rosan mengatakan dirinya diundang Presiden Prabowo untuk makan siang sekaligus membahas mekanisme pembentukan Badan Ekspor.

"Ini mau lapor mekanismenya (Badan Ekspor)," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Meski begitu, Rosan belum mau membeberkan lebih jauh isi laporan yang akan disampaikan kepada Presiden.

Di sisi lain, Agus Gumiwang menyebut kedatangannya ke Istana juga untuk memenuhi undangan makan siang bersama Presiden Prabowo. Namun, ia mengaku tetap membawa sejumlah laporan sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu diminta penjelasan.

"Haruslah, sebagai menteri kan harus siap. Kalau diperlukan kan harus dilaporkan," ujar Agus.

Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa juga mengaku membawa beberapa bahan laporan untuk disampaikan kepada Presiden. Salah satu isu yang disiapkan berkaitan dengan manipulasi nilai dalam dokumen perdagangan ekspor dan impor.

"Selalu buat jaga-jaga, kalau ditanya jangan sampai nggak bisa. Ada studi itu, yang saya sebutin kemarin," ucapnya.

Pertemuan para pejabat ekonomi dengan Presiden Prabowo ini kembali memunculkan perhatian publik, terutama terkait rencana pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia yang diproyeksikan menjadi BUMN khusus untuk mendukung sektor ekspor nasional.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka