Jakarta (KABARIN) - Legenda tenis dunia Rafael Nadal mengungkapkan warisan terpenting yang ingin ia tinggalkan bukanlah deretan trofi atau rekor juara, melainkan nilai kemanusiaan yang melekat dalam perjalanan hidupnya sebagai atlet dan seorang pribadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Nadal saat meresmikan wajah baru museum Inside the Legend di kompleks Rafa Nadal Academy, Manacor, Spanyol, yang mengangkat kisah hidupnya di dalam dan luar lapangan.
"Saya ingin dikenang bukan karena trofi saya, tetapi karena menjadi orang baik dari Manacor," kata Nadal dikutip dari ATP, Kamis.
Menurut dia, pencapaian dalam bentuk angka dan statistik tidak lagi menjadi hal yang perlu ditekankan karena seluruh catatan karirnya sudah terdokumentasi dengan jelas.
Hal yang lebih penting, menurut Nadal, adalah nilai-nilai yang tidak tercatat dalam angka.
"Pada akhirnya angka hanyalah angka. Yang penting adalah hal-hal yang tidak terlihat, yaitu siapa kita sebagai manusia dan bagaimana kita memperlakukan orang-orang di sekitar," ujar Nadal.
Museum Inside the Legend menampilkan perjalanan hidup Nadal secara menyeluruh, mulai dari masa kecil di Manacor, perkembangan karir profesional, hingga koleksi trofi Grand Slam, raket bersejarah, serta berbagai memorabilia yang merekam momen-momen penting dalam karirnya.
Pengunjung diajak memasuki pengalaman imersif yang menggambarkan perjalanan emosional Nadal sejak kecil, termasuk proses pembentukan karakter dan mentalitas yang membawanya menjadi salah satu petenis tersukses sepanjang masa.
Zona "The Origins" menampilkan raket pertama Nadal dan kisah masa kecilnya, sementara zona "King of Clay" menyoroti dominasinya di lapangan tanah liat melalui koleksi trofi dan arsip pertandingan bersejarah.
Museum tersebut juga menghadirkan area khusus yang mengulas rivalitas era "Big Three" bersama Roger Federer dan Novak Djokovic, yang menjadi salah satu periode paling berpengaruh dalam sejarah tenis modern.
Selain itu, terdapat ruang "Sporting Legends" yang menampilkan koleksi dan kisah atlet dunia yang menginspirasi Nadal, antara lain Michael Jordan, Serena Williams, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Tiger Woods, hingga Usain Bolt.
Nadal mengungkapkan tidak pernah berusaha membangun citra yang berbeda dari kehidupan pribadinya. Ia mengatakan konsistensi antara sosok publik dan pribadi menjadi prinsip yang selalu ia pegang selama berkarir.
"Anda tidak bisa terus berpura-pura menjadi orang lain selama bertahun-tahun," kata Nadal.
Petenis peraih 22 gelar Grand Slam itu juga menyebut dirinya tidak pernah menempatkan diri sebagai figur yang sempurna. Ia hanya berusaha menjalani hidup sesuai nilai dan pendidikan yang ia terima sejak kecil.
"Saya tidak pernah berpikir harus menjadi sempurna atau role model. Saya hanya mencoba melakukan segala sesuatu dengan etika dan pendidikan yang saya miliki," ujarnya.
Menurut Nadal, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang membuatnya tetap membumi meski meraih kesuksesan di level tertinggi. Ia memilih tetap tinggal di kampung halamannya di Manacor dan mempertahankan kehidupan yang sederhana.
"Saya tidak pernah meninggalkan tempat ini dan tidak pernah tinggal di tempat lain. Yang paling penting bagi saya adalah kebahagiaan dengan orang-orang terdekat," ujar Nadal.
Ia menambahkan bahwa salah satu hal yang paling ia syukuri adalah kemampuan mempertahankan hubungan sosial yang sama sejak kecil di tengah karir profesional yang panjang.
"Yang membuat saya sangat bahagia adalah masih memiliki teman-teman yang sama sejak kecil dan bisa menjalani hidup yang sangat normal," kata pria berusia 39 tahun itu.
Museum Rafa Nadal pertama kali dibuka pada 2016 dan telah menjadi salah satu destinasi olahraga populer di Kepulauan Balearic, Spanyol, dengan rata-rata kunjungan lebih dari 100 ribu orang per tahun.
Dengan pembaruan konsep Inside the Legend, museum tersebut kini tidak hanya menjadi ruang dokumentasi prestasi olahraga, tetapi juga sarana untuk memahami nilai kehidupan, kesederhanaan, dan sisi kemanusiaan dari salah satu ikon terbesar tenis dunia.
Sumber: ANTARA