Istanbul (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut pernah mengancam, membuka kemungkinan serangan, atau benar-benar melakukan aksi militer terhadap 15 negara selama dua periode pemerintahannya.
Negara terbaru yang masuk dalam daftar tersebut adalah Oman. Dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Rabu, Trump memperingatkan Oman agar tidak ikut mengontrol Selat Hormuz bersama Iran.
"Oman akan bersikap seperti negara lain, atau kami harus menghancurkan mereka," kata Trump.
Pernyataan itu memang tidak disampaikan dalam pengumuman kebijakan resmi. Namun, komentar tersebut dinilai memperlihatkan pola pendekatan politik luar negeri Trump yang kerap menggunakan ancaman kekuatan militer.
Dalam laporan tersebut, Oman disebut menjadi negara ke-15 yang pernah diancam akan diserang, dibuka kemungkinan diserang, atau benar-benar diserang oleh Trump selama menjadi Presiden AS.
Sebagian besar ancaman maupun serangan itu disebut terjadi dalam 16 bulan pertama masa jabatan keduanya.
Pada periode pemerintahan saat ini, Trump disebut telah melakukan serangan di tujuh negara, yakni Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman.
Jumlah tersebut belum termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terkait perdagangan narkotika di Laut Karibia dan Samudra Pasifik yang dilaporkan menyebabkan lebih dari 190 orang tewas.
Selain itu, Trump juga disebut pernah mengancam atau membuka peluang serangan terhadap Kanada, Kolombia, Kuba, Greenland yang merupakan wilayah Denmark, Meksiko, Panama, dan Oman.
Sementara pada masa jabatan pertamanya pada 2017 hingga 2021, Trump juga sempat mengeluarkan ancaman terhadap Meksiko dan Korea Utara.
Bentuk ancaman dan serangan yang dilakukan pun berbeda-beda. Beberapa serangan disebut menargetkan kelompok tertentu dan bukan pemerintah negara terkait. Namun, ada pula pernyataan Trump yang dianggap membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer secara langsung.
Laporan tersebut juga menyoroti bahwa negara-negara yang pernah diancam atau diserang Trump mencakup wilayah dengan jumlah penduduk sangat besar di dunia.
Kawasan Timur Tengah menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan tersebut. Hingga kini, Trump disebut pernah mengancam atau menargetkan lima negara di kawasan itu, yakni Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman.
Selain itu, ancaman dan serangan Trump juga disebut menjangkau empat benua berpenduduk, yaitu Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.
Trump bahkan pernah menyinggung kemungkinan mengambil alih Greenland yang merupakan wilayah milik Denmark.
Dalam beberapa kasus, komentar Trump dinilai bukan hanya sebatas ancaman militer, tetapi juga mengarah pada kemungkinan ekspansi wilayah.
Dari 15 negara yang pernah diancam atau diserang, lima di antaranya bahkan pernah disebut Trump sebagai kemungkinan tambahan wilayah atau target kontrol AS, yakni Kanada, Kuba, Greenland, Panama khususnya Terusan Panama, serta Venezuela.
Sumber: Anadolu_OANA