Sinner Tumbang Dramatis di Roland Garros, Akui Kehabisan Tenaga di Tengah Laga

waktu baca 3 menit
Jakarta (KABARIN) -

Jannik Sinner harus menelan kekalahan mengejutkan pada babak kedua Roland Garros setelah takluk dari Juan Manuel Cerundolo dalam laga penuh drama di Paris, Kamis waktu setempat.

Petenis nomor satu dunia itu sempat unggul jauh, namun akhirnya kalah dengan skor 6-3, 6-2, 5-7, 1-6, 1-6 setelah mengalami penurunan kondisi fisik di tengah pertandingan.

Dalam konferensi pers usai laga, Sinner mengakui dirinya mengalami masalah kebugaran yang cukup serius saat bertanding.

“Saya kesulitan, mulai merasa sangat pusing,” kata Sinner dikutip dari ATP setelah rekor 30 kemenangan beruntunnya terhenti di Paris.

“Energi saya sangat rendah. Saya mencoba untuk menyelesaikan pertandingan dengan servis, tetapi tidak memiliki banyak energi.”

Sinner sebenarnya hanya berjarak satu gim dari kemenangan saat unggul 5-1 di set ketiga, tetapi momentum berubah drastis ketika Cerundolo berhasil bangkit dan membalikkan keadaan.

“Di set keempat, saya sedikit lengah dan mencoba untuk memiliki lebih banyak energi di set kelima. Gim pertama sangat penting. Saya tidak bisa mempertahankan servis. Kemudian permainan saya sedikit menurun,” ujar Sinner.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejak pagi dirinya sudah merasa kurang fit sebelum pertandingan dimulai.

“Saya bangun pagi ini, merasa tidak enak badan dan mencoba untuk mempersingkat poin. Di awal pertandingan, saya bermain sangat bersih, sangat bagus, dan kemudian saya seperti kehabisan tenaga, dan itu saja.”

Meski kecewa, Sinner tetap memberi apresiasi kepada Cerundolo yang tampil solid terutama di set-set akhir.

“Saya berada di posisi yang bagus, juga di set ketiga. Saya tidak bisa menyelesaikan pertandingan dengan servis. Kemudian saya cukup kesulitan,” kata Sinner.

“Tapi selamat juga untuknya. Saya tidak ingin mengurangi pujian untuknya. Dia memainkan pertandingan yang sangat solid, terutama juga di akhir, dan itulah olahraga.”

Kekalahan ini menjadi kejutan besar setelah Sinner menutup musim lapangan tanah liat dengan catatan impresif 18 kemenangan dan 1 kekalahan, termasuk sapu bersih gelar di Monte-Carlo, Madrid, dan Roma.

Prestasi tersebut membuatnya menyamai pencapaian Rafael Nadal yang pernah melakukannya pada 2010.

Meski tersingkir lebih cepat di Roland Garros dan kehilangan 1.250 poin, Sinner tetap bertahan di posisi nomor satu dunia ATP, mengungguli Carlos Alcaraz.

Ia menilai kekalahan ini bisa menjadi bahan evaluasi menjelang turnamen berikutnya.

“Saya rasa banyak hal yang terjadi bersamaan menyebabkan masalah hari ini, tetapi sekali lagi, hal itu bisa terjadi,” kata Sinner.

“Saya hanya butuh waktu untuk memproses apa yang salah di sini dan juga hal-hal positifnya, yaitu kita bisa berlatih dengan baik beberapa minggu sebelum Wimbledon.”

Setelah Wimbledon, Sinner masih akan menghadapi rangkaian turnamen besar seperti Montreal, Cincinnati, hingga US Open.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka