Jakarta (KABARIN) - Samsung dikabarkan menginvestasikan 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp26,8 triliun untuk membangun pabrik pengujian semikonduktor di Vietnam di tengah tingginya permintaan chip memori untuk kebutuhan sektor kecerdasan buatan (AI).
Dilansir dari Business Korea pada Rabu (27/5) waktu setempat, Samsung mengajukan dokumen proposal kepada pemerintah lokal pada bulan lalu guna memperoleh izin lingkungan untuk pembangunan fasilitas baru tersebut.
Pembangunan fasilitas ini disebut sebagai upaya perusahaan mengatasi kelangkaan chip memori global yang dipicu meningkatnya kebutuhan untuk pengembangan AI. Tingginya permintaan chip dari operator pusat data AI menyebabkan terbatasnya pasokan chip untuk industri lain seperti ponsel pintar, laptop, dan otomotif.
Pabrik tersebut akan menjadi fasilitas pengujian semikonduktor pertama Samsung di Vietnam dan dibangun di kawasan industri Provinsi Thai Nguyen yang berjarak sekitar 60 kilometer di utara ibu kota Hanoi. Pembangunan pabrik disebut telah dimulai dan ditargetkan beroperasi pada November 2027. Saat ini lebih dari 200 karyawan Samsung telah bekerja di lokasi proyek tersebut sejak bulan lalu.
Fasilitas itu akan menangani proses pengujian chip, yakni tahap akhir manufaktur semikonduktor untuk memeriksa kecacatan sebelum chip dikirim setelah proses perakitan dan pengemasan selesai.
Kapasitas produksi tahunan pabrik baru tersebut diperkirakan mencapai 153,3 miliar gigabit untuk chip DRAM dan 255,6 miliar gigabit untuk chip memori NAND.
Pabrik tersebut akan berfokus pada produksi semikonduktor umum atau legacy chips. Meski memiliki peran lebih kecil dalam rantai pasok AI dibanding chip AI mutakhir, permintaan terhadap chip jenis ini juga meningkat karena produsen besar kini lebih memprioritaskan produksi chip AI.
Investasi pembangunan fasilitas tersebut telah memperoleh persetujuan dari pemerintah Vietnam pada Maret 2026. Samsung juga dikabarkan berencana menginvestasikan kembali keuntungan dari proyek tersebut dan berpotensi meningkatkan total investasi hingga 2,5 miliar dolar AS atau Rp44,6 triliun apabila pembangunan tahap kedua direalisasikan.
Samsung saat ini merupakan investor mancanegara terbesar di Vietnam. Selama beberapa dekade terakhir, perusahaan tersebut telah berkomitmen menginvestasikan lebih dari 23 miliar dolar AS atau Rp411 triliun melalui berbagai fasilitas di negara itu. Pabrik baru ini dibangun berdekatan dengan kompleks besar tempat Samsung memproduksi ponsel pintar dan tablet.
Vietnam juga menjadi salah satu negara utama dalam industri proses back-end semikonduktor global. Proses back-end dinilai lebih mengandalkan tenaga manusia dengan tingkat kesulitan teknis yang relatif lebih rendah dibanding proses manufaktur chip atau pemrosesan wafer.
Negara tersebut menjadi lokasi fasilitas perakitan, pengemasan, dan pengujian chip milik sejumlah perusahaan multinasional seperti Intel, Amkor Technology, dan Hana Micron.
Sumber: Business Korea