Jakarta (KABARIN) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menganugerahkan penghargaan anumerta kepada personel penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur saat bertugas di bawah panji PBB dalam rangka Hari Internasional Penjaga Perdamaian pada 5 Juni mendatang.
Menurut Pusat Informasi PBB (UNIC) Indonesia, yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, Medali Dag Hammarksjold pada tahun ini akan diberikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kepada dua personel perdamaian asal Indonesia yang gugur pada 2025.
“Dua personel dari Indonesia tersebut yaitu Kopral Dua Eko Prambudi Santoso, yang bertugas bersama Misi Stabilisasi Organisasi PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO), dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo yang bertugas bersama Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA),” menurut keterangan UNIC Indonesia.
Adapun empat personel penjaga perdamaian asal RI yang gugur saat bertugas bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di tengah perang Israel-Hizbullah pada awal tahun ini akan dianugerahi Medali Dag Hammarksjold dalam upacara tahun depan.
Di luar kedua personel RI tersebut, Medali Dag Hammarksjold tahun ini juga akan dianugerahkan secara anumerta kepada 66 personel militer, polisi, maupun golongan sipil lainnya yang gugur saat menjalankan tugas, sehingga total penerima tahun ini adalah 68 orang.
Menyampaikan pernyataannya dalam rangka hari internasional tersebut, Sekjen PBB menyebut pasukan perdamaian PBB sebagai cara yang paling optimal dalam memulihkan stabilitas, terlebih di era meningkatnya ketegangan seperti saat ini.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa upaya tersebut memerlukan dukungan politik yang konsisten dari negara-negara anggotanya serta dukungan finansial yang dapat diandalkan.
Guterres juga menegaskan bahwa serangan terhadap personel perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional, dan negara-negara anggota PBB harus memenuhi kewajiban mereka menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB.
“Tidak seorang pun seharusnya meninggal saat mengabdi demi perdamaian,” kata dia menegaskan.
Menurut UNIC Indonesia, saat ini lebih dari 50.000 personel perdamaian dari 118 negara kontributor berpartisipasi dalam 11 misi perdamaian di bawah panji PBB.
Indonesia merupakan kontributor terbesar keenam untuk misi penjaga perdamaian PBB, dengan hampir 2.000 personel militer dan polisi, termasuk 156 perempuan, yang dikerahkan ke operasi perdamaian PBB di sejumlah lokasi konflik.
Sumber: ANTARA